Dark/Light Mode

Masih Level 3

Jakarta Terkena Getah Tetangga

Selasa, 5 Oktober 2021 07:30 WIB
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan saat mengumumkan perpanjangan PPKM dilihat dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (4/10. (Foto: Setkab)
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan saat mengumumkan perpanjangan PPKM dilihat dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (4/10. (Foto: Setkab)

 Sebelumnya 
“Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Bekasi ini masih kekurangan vaksinasi level 3. Sehingga kami akan melakukan task force untuk ini,” cetus Luhut. Dia juga janji akan mendistribusikan 2 juta vaksin ke wilayah tersebut.

Bagaimana sikap Pemprov DKI? Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta masyarakat bersabar mengenai status PPKM level 3. Kata dia, keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat tentunya telah melalui kajian yang mendalam.

Baca juga : SIM Keliling Di Jakarta, Cek Di Sini Lokasinya

Kajian itu juga berdasarkan evaluasi pelaksanaan PPKM sebelumnya. Termasuk tingkat penyebaran Covid-19.

“Apapun kebijakan pemerintah pusat, melalui suatu evaluasi panjang dan baik. Tidak hanya bagi Jakarta, tapi juga bagi warga lainnya ya,” tutur politikus Gerindra itu.

Baca juga : Cegah Penyebaran Covid, IKEA Jakarta Garden City Gelar Vaksinasi Massal

Sementara, Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, memang tidak ada indikator yang sempurna dalam penanganan pandemi. Hasilnya, Jakarta terkena getah dari penanganan pandemi dari daerah tetangganya.

Menurut Dicky, tidak ada masalah dari keputusan ini. Karena dengan berada di level 3, Pemprov DKI akan lebih waspada untuk semakin mengendalikan pandemi. Lagipula, masyarakat Ibu Kota sudah beraktivitas, meski belum sepenuhnya normal.

Baca juga : Regulasi Sejalan Pancasila Percepat Kemajuan Bangsa

“Kita bisa contoh Norwegia. Dari level 2 ke level 1 itu membutuhkan waktu enam bulan lebih. Ambil saja hikmahnya seperti itu. Pengendalian pandemi menjadi yang terbaik di DKI dan konsisten,” papar Dicky.

Dia menambahkan, potensi perubahan di DKI sangat tinggi. Selain menjadi jantung bisnis Indonesia, kota ini menjadi magnet sosial, dan politik. Alasan ini yang mengharuskan Pemprov DKI lebih kuat dalam merespons pandemi, dan memperhatikan wilayah sekitar. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.