Dark/Light Mode

Menangis Karena Bahagia

Sabtu, 18 September 2021 06:25 WIB
Ngopi - Menangis Karena Bahagia
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Hampir tiap hari mungkin Anda melihat orang menangis. Entah di rumah, di jalan, di kantor, atau di berbagai tempat lainnya. Anda tak tahu apa yang menyebabkan mereka menangis.

Karena itu, sebaiknya jangan lekas memvonis: wah, cengeng sekali ya orang itu.... Padahal, nyatanya, ada orang-orang yang menangis karena situasi tertentu.

Berita Terkait : Sebatang Rokok Direbut dan Dibuang

Misalnya:

  • Seorang gadis menangis saat menemui pacarnya yang selamat dari musibah kecelakaan pesawat.
  • Seorang Ibu menangis saat melihat bocahnya yang baru berusia 3 tahun sudah hafal Al-Qur’an.
  • Seorang lelaki menangis ketika tahu dirinya mendapat hadiah Rp 100 miliar plus mobil supermewah.
  • Seorang aktris menangis sesaat dirinya diumumkan meraih Piala Oscar.

Itulah yang disebut dan contoh tangis bahagia. Karena terlalu bahagia mereka malah menangis, bukan tertawa-tawa.

Berita Terkait : Juara Mancing Ikan Mas

Jadi, tangis itu tidak melulu karena sedih atau duka nestapa. Bukan pula karena kecengengan belaka. Di dalam kebahagiaan pun orang bisa menangis. Seringkali berlangsung secara spontan dan tanpa bisa ditahan-tahan.

Kenapa? Ya karena menangis adalah sifat manusiawi. Ada dalam diri setiap orang. Bukankah saat kita lahir ke dunia disertai tangis?

Berita Terkait : Belajar Aquascape

Dalam dunia medis, menangis juga sangat dianjurkan. Dengan menangis, kita melepaskan beban-beban emosional. Karena itu, menangis berarti menyehatkan jiwa dan badan. Maka, menangislah bila memang Anda harus menangis. Apalagi menangis karena bahagia.* [Zaenuddin HM]