Dark/Light Mode

PSI: Anies Abaikan Banjir, Warga DKI Menderita

Sungai Ciliwung Meluap Pejaten Kelelep 2,7 Meter

Selasa, 9 November 2021 07:05 WIB
Warga melintasi banjir yang merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/11/2021). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
Warga melintasi banjir yang merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/11/2021). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

 Sebelumnya 
Justin menilai, masterplan penanganan banjir DKI tidak jelas. Hal itu terlihat dengan kebijakan Anies menghapus proyek normalisasi kali dan menggantinya dengan konsep naturalisasi untuk menata aliran sungai dan bantarannya. Hal itu tertuang dalam Peraturan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pembangunan dan Revitalisasi Prasarana Sumber Daya Air secara Terpadu.

Menurut Justin, penataan aliran sungai dan bantarannya gagal direalisasikan. Karena, pembebasan lahan di sekitar aliran sungai belum dilakukan.

Baca juga : Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Rawan Molor Lagi

“Kami khawatir akan menjadi preseden buruk untuk periode pemerintahan berikutnya pasca berakhirnya masa jabatan Gubernur Anies,” tukas Justin.

Justin juga menilai, Anies tidak memprioritaskan Program Penanggulangan Banjir.

Baca juga : Bantu Anies, PUPR Lanjutkan Pembangunan Sodetan Sungai Ciliwung

“Bertahun-tahun anggaran banjir tidak menjadi prioritas sama sekali,” kritiknya.

Berdasarkan catatan, kebijakan anggaran pengendalian banjir DKI cenderung mengalami penurunan sejak 2019. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 hanya menganggarkan Rp 2,87 triliun, jauh lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,96 triliun. Anggaran pengendalian banjir pada 2020 lebih rendah lagi. Alokasinya hanya Rp 2,48 triliun atau turun sekitar 21 persen atau 627 miliar dibanding 2019. Sementara tahun anggaran 2021, anggarannya cuma Rp 1,5 triliun.

Baca juga : Bisnis Data Center Moncer, Indonet Raup Pendapatan Rp 126,4 M

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah juga memberikan pandangan serupa.

“Penanganan banjir di Jakarta belum terlihat menjadi prioritas,” kata Ida, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.