Dewan Pers

Dark/Light Mode

Netizen Usul Pintu Masuk Dari Luar Negeri Ditutup Dulu

Covid Berpindah Karena Dibawa Orang, Bukannya Dibawa Angin

Selasa, 23 November 2021 06:20 WIB
Ilustrasi Bandara. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi Bandara. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia rentan terhadap penularan Covid-19 dari luar negeri. Sebab, dengan wilayah yang luas, banyak pintu masuk perjalanan internasional, baik melalui jalur udara, darat maupun laut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu membeberkan, Indonesia memiliki 35 bandara dan 135 pelabuhan laut dengan akses langsung keluar negeri.

“Bandara langsung akses ke Asia, Australia dan Eropa,” jelas Maxi.

Selain itu, kata dia, Indonesia juga memiliki 10 Pelintasan Lintas Darat Batas Negara (PLBDN) dengan Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia.

Berita Terkait : Hati-hati, Pertahanan Jebol

“Semua pihak mesti waspada meski kasus Covid-19 di Indonesia saat ini terkendali. Apalagi, kasus Covid secara global justru mengalami peningkatan,” kata Maxi.

Saat ini, lanjut Maxi, total kasus Covid-19 secara global lebih dari 249 juta dengan kematian lebih 5 juta jiwa. Peningkatan kasus, terutama di regional Eropa sebesar 7 persen peningkatan kasus, 10 persen peningkatan kematian.

Maxi membeberkan, negara dengan penambahan kasus tertinggi adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Jerman.

Di ketiga negara tersebut, varian Delta yang mendominasi, yaitu 99.64 dari total sekuensing yang dilakukan 60 hari terakhir. Padahal, negara-negara tersebut angka vaksinasinya sudah tinggi.

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Melandai Masyarakat Jangan Santai

“Vaksin yang tinggi tidak jaminan, mesti didukung perubahan perilaku terhadap protokol kesehatan,” ucap dia.

Meski situasi di Indonesia relatif terkendali, Maxi meminta kewaspadaan semua pihak dengan adanya kenaikan kasus di global dan daerah. Terlebih, dengan adanya subvarian AY 4.2 juga harus diwaspadai.

Untuk itu, Maxi menegaskan, strategi penanggulangan dengan 3M dan 3T harus tetap dipertahankan. Disiplin 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing dan treatment) dapat membantu mengendalikan situasi pandemi.

“Mempertahankan testing tetap tinggi melalui active dan passive case finding. Kemudian dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan PCR di kabupaten/kota,” ucap dia.

Berita Terkait : Duh, Cadangan Devisa Anjlok Rp 26,5 Triliun

Netizen meminta pemerintah secepatnya menutup pintu masuk dari luar negeri, khususnya bagi negara yang menjadi episentrum baru pandemi Covid-19.
 Selanjutnya