Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Didorong Adaptif Dengan Inklusi Keuangan Digital

Selasa, 16 Nopember 2021 22:25 WIB
Webinar Creative Talks Pojok Literasi bertajuk Mendorong Inklusi Keuangan Masyarakat Lewat Pemanfaatan Potensi Pariwisata, dikutip Selasa (16/11). (Foto: Ist)
Webinar Creative Talks Pojok Literasi bertajuk Mendorong Inklusi Keuangan Masyarakat Lewat Pemanfaatan Potensi Pariwisata, dikutip Selasa (16/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo Septriana Tangkary menilai, peluang pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif untuk bangkit makin terbuka. Ada tiga hal yang perlu dijalankan oleh pelaku usaha. Apa saja?

"Ketiganya adalah adaptasi, inovasi dan kolaborasi. Ini penting bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk bertahan di tengah pandemi," ujarnya dalam webinar, Creative Talks Pojok Literasi bertajuk Mendorong Inklusi Keuangan Masyarakat Lewat Pemanfaatan Potensi Pariwisata, dikutip Selasa (16/11).

Septriana yang mewakili Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong menyebut, ketiga kemampuan itu bertahap sudah diterapkan di Indonesia.

Berita Terkait : Bank Sinarmas Syariah Genjot Inklusi Keuangan Di Mesjid Lewat QRIS

Acara yang digagas oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kementerian Kominfo ini, bermitra dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY dan Pengembangan Pendidikan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara (P3PKN).

Acara diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring), di Cronica Co-working Space, Yogyakarta dan melalui Zoom Meeting serta disiarkan secara live streaming melalui kanal Youtube Ditjen IKP Kominfo.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara Ridwan MD.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Digitalisasi UMKM

Sementara narasumbernya, selain Septriana Tangkary, hadir juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Chairman Fintech Center UNS Irwan Trinugroho, Koordinator Informasi dan Komunikasi Perekonomian I Kementerian Kominfo Eko Slamet Riyanto.

GKR Bendara menyampaikan, strategi pariwisata Yogyakarta sudah beralih dari mass-tourism menjadi quality tourism. Yaitu, bagaimana kita bisa menghadirkan responsible tourism, yang merawat pariwisata lebih indah, sehingga dapat berkelanjutan dalam jangka yang lebih panjang.

"Mereka lebih menginginkan unique experience dan high value experience daripada luxury, maka dari itu fokus dari Pemda DIY ini adalah peningkatan kualitas dari desa wisata," tutur Gusti. Gusti juga mengenalkan aplikasi “Visiting Jogja” buatan dari Dinas Pariwisata Yogyakarta.

Berita Terkait : Mahfud Puji Semangat Juang Atlet Penyandang Disabilitas

Tujuannya, agar Pemda DIY bisa mengumpulkan data besar dan menunjukkan keakuratan data analisis wisatawan ke wilayahnya, sehingga bisa meningkatkan kualitas pariwisata. Soalnya, kata dia, marketing strategy dan data analisis secara digital akan menjadi big market di masa depan. 
 Selanjutnya