Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sebagai Anggota TGUPP DKI Jakarta, BW menegaskan, Pemprov DKI akan transparan terhadap KPK. Beragam upaya dilakukan untuk membantu kinerja KPK melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi Formula E.
"Prinsipnya, kita mau governance, kita mau buka, mau kita kasih semua kepada penegak hukum yang memang melakukan ini. Jadi, mau membantu teman-teman di KPK, karena kita mau membuat era baru nih, dokumen-dokumen yang diperlukan kan harus dibantu," katanya.
Baca juga : Anies Dan Jokowi Jangan Diadu-adu
BW optimis, jika KPK cepat membereskan dugaan kasus ini, ajang balap Formula E bisa sama suksesnya dengan ajang balap World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, beberapa waktu lalu. "Prinsipnya, kami ingin mencontoh Mandalika. Kalau Mandalika bisa sukses, di sini juga harusnya bisa sukses," ucapnya.
Widi Amanasto mengamini pernyataan BW. Kata dia, kedatangannya ke KPK adalah menyampaikan dokumen tambahan atas permintaan KPK, sekaligus berkonsultasi tentang gelarang Formula E. “Termasuk tadi kami minta audiensi tentang bagaimana sih untuk next-nya, supaya kita juga bisa lebih aman gitu ya,” ujar Widi.
Baca juga : Sisa Dua Seri, Bos Mercedes Ancam Red Bull Racing
Sementara itu, Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni juga membuat langkah strategis demi suksesi gelaran ajang balap ini. Politisi Partai NasDem ini meminta pengawalan alias pendampingan langsung KPK sebagai langkah pencegahan tindak pidana korupsi.
"Nanti saya berkirim surat meminta untuk audiensi dengan KPK, untuk pendampingan dan pengawasan ketat dari awal sampai akhir," ujar Sahroni, usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Balai Kota Jakarta, kemarin.
Baca juga : Ketua DPRD DKI: Tak Perlu Bawa-Bawa Presiden
Sahroni juga menerangkan, pihaknya akan bersurat kepada BPK. Harapannya, BPK juga mengaudit progres gelaran pelaksanaan Formula E. "Jadi, bukan hanya KPK tapi BPK juga saya akan meminta untuk tetap diawasi," tambahnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.