Dewan Pers

Dark/Light Mode

Waspada, Potensi Luncuran Awan Panas Besuk Kobokan Dan Ancaman Lahar Di Alur Sungai Hulu Semeru

Sabtu, 4 Desember 2021 18:19 WIB
Abu vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menutupi lingkungan sekitar. Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 14.50 WIB. (Foto: Istimewa)
Abu vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menutupi lingkungan sekitar. Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 14.50 WIB. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 14.50 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, erupsi Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5.160 detik.

Terdapat dua kali guguran lava pijar, dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter, dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Berita Terkait : Ewindo Luncurkan Jagung Manis Perkasa F1: Besar, Manis, Dan Tahan Lama

"Teramati dua kali guguran lava pijar dengan jarak luncur kurang lebih 500 sampai 800 meter," kata Petugas PVMBG Yuda Prinardita Pura dalam keterangannya, Sabtu (5/12).

Puluhan warga di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan mulai mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Hujan abu vulkanik menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro gelap seperti malam hari, sehingga pemerintah setempat akan membuka posko pengungsian di Kamar Kajang dan Pronojiwo.

Berita Terkait : Waspada Jakarta Akan Diguyur Hujan Angin Disertai Petir

Terkait hal tersebut, PVMBG meminta masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru, dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan. Serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," kata Yuda.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas, karena saat ini suhunya masih tinggi.

Berita Terkait : Mensos Pastikan Kebutuhan Pokok Korban Bencana Longsor Di Luwu Terpenuhi

"Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Serta ancaman lahar di alur sungai/lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk," pungkas Yuda. [HES]