Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini, rupiah menguat 21 poin. Rupiah dibuka pada level Rp 14.349 per dolar AS atau menguat 0,15 persen dibandingkan perdagangan Jumat (10/12), Rp 14.370 per dolar AS.
Rupiah menguat bersama mata uang Asia lainnya. Misalnya, Won Korea Selatan menguat 0,24 persen, yuan China 0,17 persen, baht Thailand 0,13 persen, ringgit Malaysia 0,11 persen dolar Singapura 0,05 persen, dan peso Filipina 0,03 persen.
Baca juga : JK Ajak Pemuda Muslim Berdagang
Sementara, yen Jepang melemah 0,07 persen. Sedangkan, dolar Hong Kong stagnan.
Pengamat keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, sentimen utama datang dari rilis data inflasi AS yang mencapai 6,8 persen secara tahunan dan mencetak rekor tertinggi sejak 1982.
Baca juga : Jajan Di Warung, Masinis Stop Kereta
Selain itu, kata dia, angka klaim tunjangan pengangguran AS juga cukup rendah dalam 52 tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bank sentral AS, The Federal Reserve bisa segera menyesuaikan kebijakan moneternya ke depan.
Dia memperkirakan, rupiah akan tertekan di kisaran Rp 14.350 sampai Rp 14.380 per dolar AS pada akhir perdagangan. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.