Dark/Light Mode

Main YouTube Dituding Untuk Pilpres

Anies Tak Tersinggung

Selasa, 14 Desember 2021 08:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Antara)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Dia menambahkan, sebaiknya Anies menyelesaikan dulu masalah di DKI, baru mengunggah konten di YouTube. Misalnya, masalah yang teranyar soal maraknya kecelakaan bus Transjakarta.

Mendapat tudingan ini, Anies santai saja. Dia memastikan, pembuatan program “Dari Pendopo” untuk menjelaskan latar belakang, tujuan, dan apa yang telah dicapai Jakarta sejauh ini.

Baca juga : Ewindo Dukung Pipanisasi Untuk Petani Jember

"Ini kaitannya dengan kebijakan kita di Jakarta," kata Anies, saat meresmikan pemugaran Kompleks Makam Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah, di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur, kemarin.

Anies mengatakan, YouTube “Dari Pendopo” itu adalah cerita-cerita yang disusun untuk menginformasikan capaian. Sehingga, masyarakat akan memperoleh informasi secara lengkap.

Baca juga : Anies Tunduk Ke Luhut

Benarkah Anies mau kampanye? Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyatakan, saat ini, YouTube merupakan salah satu media yang efektif untuk kampanye atau sosialisasi terkait apa pun. "Termasuk soal Pilpres," ujar Ujang, dalam keteranganya, kemarin.

Menurut Ujang, siapa pun tidak dilarang membuat kanal YouTube. Termasuk Anies. Isinya juga boleh apa saja. Asal tidak melanggar Undang-Undang. “Nanti isinya bisa ke mana-mana, bisa soal politik dan pencapresan,” kata Ujang.

Baca juga : Kapal Pengangkutan Terbakar, Distribusi Pupuk Di Jateng Tak Terganggu

Dia menegaskan, saat ini adalah eranya media sosial. “Jangan aneh dan jangan heran jika para politisi membangun pencitraan melalui medsosnya masing-masing,” pungkasnya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.