Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Banjir Datang, Gunung Meletus, Diteror Tsunami
Desember Tidak Ceria
Rabu, 15 Desember 2021 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bulan ini, kita begitu banyak dilanda bencana. Mulai dari banjir yang menerjang sejumlah daerah, gunung meletus, dan ancaman bakal terjadi tsunami. Desember yang harusnya dilalui dengan suka cita karena momen pergantian tahun, ternyata tidak ceria.
Peringatan tentang potensi adanya tsunami keluar, usai Nusa Tenggara Timur diancam gempa yang cukup besar. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat, gempa yang berpusat di Kabupaten Flores Timur berada pada kedalaman 12 km dengan kekuatan 7,4 magnitudo.
Meskipun hanya berlangsung sekitar 1 menit, gempa dahsyat itu ikut dirasakan oleh wilayah lain di luar NTT. Mulai dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Makassar, hingga Sulawesi Tenggara.
Baca juga : Bamsoet Tegaskan, Sistem Ekonomi Indonesia Adalah Ekonomi Pancasila
Kerasnya gempa yang berpusat di Laut Larantuka itu, membuat peringatan dini tsunami menyala. Dalam rilis yang disiarkan BMKG, peringatan dini tsunami tak hanya untuk daerah NTT, tapi juga NTB, Maluku, Sulsel, dan Sultra.
Warga yang ada di pesisir seperti di Ende, Maumere, dan Flores, dilanda kepanikan begitu mengetahui gempa berpotensi tsunami. Mereka berhamburan ke jalanan untuk menyelamatkan diri dengan menenteng barang seadanya. Ada yang berlari, ada yang menggunakan motor, ada juga yang nebeng di mobil bak terbuka. Beberapa terlihat ibu menggendong anak berlari di sepanjang jalan.
Video-video yang merekam kepanikan warga saat menyematkan diri ke daerah perbukitan banyak beredar di media sosial. Salah satu video menggambarkan kepanikan yang terjadi di Maumere. Warga berhamburan keluar rumah, hingga membuat kemacetan di sepanjang Jalan El Tari; Jalan Gajah Mada; Jalan Moan Subuh Sadipun; Jalan Brai; Jalan Adisucipto; hingga lingkar luar Maumere.
Baca juga : Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Demokrat Bawa Vitamin Sampai Popok
Kepanikan tak hanya dirasakan warga NTT. Warga Makassar yang merasakan guncangan besar ikutan panik. Akun Instagram @makassar_info, mengunggah beberapa video yang merekam kepanikan karyawan yang berkantor di Menara Bosowa, Makassar. Dalam salah satu video terlihat pegawai berlarian menuruni tangga lalu berkumpul di halaman parkir mobil.
Warga Dompu, dan Kota Bima, di NTB juga turut merasakan guncangan gempa. Warga merasakan gempa tersebut cukup kuat dan dan berdurasi lama. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, maka warga bersiaga di luar rumah karena khawatir gempa susulan.
Namun, dua jam setelah kejadian, BMKG mencabut peringatan dini tsunami. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, tidak terdeteksi ada kenaikan air muka laut. “Jadi peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir,” kata Dwikorita, dalam keterangan pers, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya