Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bahlil Pede Omicron Tidak Ganggu Eksekusi Investasi

Senin, 20 Desember 2021 06:40 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Program Kolaborasi PMA/PMDN dengan UMKM, Sabtu (18/12). (Foto: Tangkapan layar Youtube BKPM TV).
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Program Kolaborasi PMA/PMDN dengan UMKM, Sabtu (18/12). (Foto: Tangkapan layar Youtube BKPM TV).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) optimistis Covid-19 varian Omicron tak akan mengganjal kinerja sektor investasi di dalam negeri. Realisasi investasi tahun ini tetap berjalan sesuai rencana.

Keyakinan itu merujuk pada data realisasi investasi. Serta, komunikasi yang berjalan baik antara pemerintah dan investor.

Insya Allah, kami ada keraguan tapi nggak banyak,” ungkap Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara Penandatanganan Komitmen Kerja Sama dalam Program Kolaborasi PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dengan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), Sabtu (18/12).

Berita Terkait : Bahlil Yakin, Meski Ada Omicron Iklim Investasi Tetap Ngacir

Sepanjang kuartal III-2021, Indonesia berhasil merealisasikan investasi sebanyak Rp 216,7 triliun atau tumbuh 3,7 persen secara tahunan (year on year/ yoy). Secara kumulatif Januari- September 2021, realisasi investasi nasional mencapai Rp 659,4 triliun, atau tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Torehan realisasi itu sebesar 73,3 persen dari target Rp 900 triliun di tahun ini. Investasi itu berasal dari aliran PMAsebanyak Rp 331,7 triliun. Dan, aliran modal PMDNsebanyak Rp 327,7 triliun.

Bahlil menuturkan, Indonesia telah melewati fase krisis pandemi Covid-19. Yakni, saat varian Delta menyerang Indonesia pada Juni-Agustus 2021. Selain itu, investor serius berinvestasi walaupun sedang pandemi. Hal itu terlihat dari eksekusi perizinan investasi yang mangkrak. Seperti investasi Lotte sebesar Rp 62 triliun di Cilegon.

“Meski pandemi masih melanda, investasi tersebut tetap dapat dieksekusi dengan baik,” ungkapnya.

Berita Terkait : Ekonomi Kita Waspada

Semua itu, lanjutnya, terjadi karena komunikasi yang baik terbangun antara Kementerian Investasi dengan investor.

“Ini persoalan seni dalam meyakinkan,” ujar mantan Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu.

Menurut Bahlil, menghadapi Corona yang muncul dengan berbagai nama varian baru, merupakan pertarungan kepemimpinan kepala negara dan menteri di seluruh dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil meyakinkan investor di tengah pandemi.

Berita Terkait : Pajak Masih 0 Persen, Momen Tepat Investasi Properti

“Di Indonesia sendiri sekalipun masih bergelut melawan Covid, trust investor kepada kita sekarang tinggi sekali,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Imam Soejoedi menerangkan, sebanyak 25 perusahaan berencana merelokasi investasinya di Indonesia. Nilai investasinya mencapai 35,55 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan akan menyerap sekitar 103.680 orang tenaga kerja. Selain itu, terdapat 23 perusahaan yang telah memastikan melakukan relokasi investasinya dengan nilai 8,12 miliar dolar AS. Dan, diperkirakan akan menyerap 70.950 lapangan pekerjaan. [UMM]