Dark/Light Mode

Pernah Marathon Naik Turun Gunung

Dirut PNM Dua Hari Capai Dua Puncak

Selasa, 21 Desember 2021 14:21 WIB
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi saat Muda Podcast Series bersama RM.id bertajuk
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi saat Muda Podcast Series bersama RM.id bertajuk "Tranformasi Bang Arief Bersama PNM Tumbuhkan Grassroot Ekonomi", yang ditayangkan di YouTube Channel BUMN Muda, Senin (20/12). (Foto: BUMN Muda)

RM.id  Rakyat Merdeka - Host Muda Podcast mengulik masa muda Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi di segmen kotak misteri. Arief terlihat surprised ketika melihat isinya. "Sesuatu ini buat saya," kata Arief, saat melihat isinya dalam Muda Podcast Series bersama RM.id bertajuk "Tranformasi Bang Arief Bersama PNM Tumbuhkan Grassroot Ekonomi", yang ditayangkan di YouTube Channel BUMN Muda, Senin (20/12).

Dia terlihat tersipu malu. Di dalam kotak itu, ada dua foto. Pertama, foto ketika Arief naik gunung. Dan satu lagi foto ketika mengikuti latihan dasar militer saat menjadi mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman.

Baca juga : Perkuat Sinergi, Dirut PLN Rangkul Serikat Pekerja

"Waduh ini cupu. Botak, kurus, item, hidup lagi," katanya berseloroh.

Arief bercerita, foto itu diambil saat semester awal kuliah. Semua mahasiswa baru wajib mengikuti latihan dasar militer. "Karena kami membawa nama besar pahlawan Jenderal Sudirman," paparnya.

Baca juga : Gembong Narkoba Kabur Dari Lapas, Ini Dugaan Pengamat

Latihan kemiliteran itu berlangsung sebulan. Sementara foto naik gunung, adalah momen yang menjadi trigger hingga akhirnya dia menyukai ilmu Biologi.

Saat itu, dia berkuliah di Fakultas Biologi, merasa tidak linier dengan riwayat pendidikannya di Madrasah Aliyah, jurusan sosial. "Wah, semester satu, IP-nya sakom deh. Satu koma. Itu cerita lucu," kenangnya.

Baca juga : Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Demokrat Bawa Vitamin Sampai Popok

Nah, ketika naik gunung itu, dia mendapat tugas mencari tanaman vegetasi endemik. Dia jadi semangat. Sejak itu pula, Arief jadi suka naik gunung.

"Ini saya marathon. Dari Gunung Slamet, turun lari ke Gunung Sindoro terus ke Gunung Sumbing. Seberang-seberangan dalam dua hari, dua puncak kami tempuh," kisahnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.