Dark/Light Mode

Stop Ekspor Bahan Mentah

Keren, Jokowi Keluarin Jurus Lompatan Katak

Rabu, 22 Desember 2021 06:50 WIB
Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia, di Bulungan, Kaltara, Selasa (21/12/2021). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia, di Bulungan, Kaltara, Selasa (21/12/2021). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi serius ingin menghentikan ekspor bahan mentah. Untuk mengeksekusi rencana tersebut, eks Wali Kota Solo ini punya jurus baru yang diklaim ampuh. Jurus itu diberi nama lompatan katak (leapfrog).

Lompatan katak yang dimaksud Jokowi, yakni membangun Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

“Inilah lompatan katak, sebuah lompatan yang ingin kita lakukan,” kata Jokowi saat melakukan groundbreaking Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kemarin.

Lompatan katak ini, kata Jokowi, baru kelihatan manfaatnya secara riil dalam jangka panjang.

Baca juga : Goodbye Ekspor Bahan Mentah, Indonesia Siap Lompat Katak

“Nanti lihat 5 tahun sampai 10 tahun yang akan datang akan bermanfaat seperti apa,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengklaim, pembangunan kawasan industri berbasis teknologi hijau merupakan titik tonggak perubahan Indonesia, dari negara pengekspor bahan mentah menjadi barang jadi.

Dari yang bertahun-tahun bertumpu kepada sumber daya alam, ekspor raw material, ekspor bahan mentah, sekarang akan masuk hilirisasi industrialisasi bahan mentah.

Nah, barang yang diekspor di kawasan ini akan memproduksi hampir semua barang jadi. Hasil produksi itu diyakini akan membuat Indonesia bisa menjual barang dengan nilai tambah.

Baca juga : Kemenko Polhukam Keluarin Rekomendasi Perkokoh Kesatuan Bangsa

Jokowi juga meminta kepada para kepala daerah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kawasan industri hijau ini.

Menurutnya, kawasan industri butuh SDM dengan kualifikasi baik agar membawa dampak maksimal. Untuk itu, penyiapan SDM harus dilakukan sejak kawasan industri masih dalam fase konstruksi.

“Kawasan industri ini butuh kurang lebih 100 ribu tenaga kerja pada fase pembangunan. Saat operasi saja butuh 60 ribu tenaga kerja. Jumlah tersebut belum termasuk anak cucu perusahaan,” jelasnya.

Daerah industri ini butuh hingga 200 ribu tenaga kerja karena akan memproses barang-barang teknologi tinggi.

Baca juga : Kena Rayuan Menteri Dan Gubernur, Jokowi Beli Jaket Bomber Motif Dayak Sintang

Jokowi juga senang kawasan industri ini akan menggunakan teknologi mutakhir. Karena yang dihasilkan nanti misalnya, ada sodium ion, lithium-ion, ada semikonduktor, petrochemical yang turunannya akan menjadi tekstil dan produk-produk lain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.