Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Stop Ekspor Bahan Mentah
Keren, Jokowi Keluarin Jurus Lompatan Katak
Rabu, 22 Desember 2021 06:50 WIB
Sebelumnya
“Ini kerja sama besar antara investor Indonesia, China dan Uni Emirat Arab, semua bergabung,” ucap Jokowi.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kawasan industri ini memerlukan investasi 132 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.848 triliun.
Luhut memastikan, pendanaan proyek sepenuhnya diberikan oleh swasta tanpa adanya garansi dari Pemerintah. Konstruksi proyek ini ditargetkan selesai pada 2024 dan operasi bertahap mulai 2023, 2024 hingga 2029.
Baca juga : Goodbye Ekspor Bahan Mentah, Indonesia Siap Lompat Katak
Adapun investasi senilai 132 miliar dolar AS itu diperlukan untuk seluruh tahapan konstruksi dan komersialisasi sampai 8 tahun ke depan.
Luhut mengungkapkan, saat ini 10 investor dari China telah masuk. Investasi yang digarap adalah green aluminium smelter dan new energy battery untuk kendaraan listrik.
“Mereka sudah terbukti punya rekam jejak baik dan akan investasi di bidang nikel,” katanya. Sayangnya, Luhut tak menyebut rinci siapa saja investor tersebut.
Baca juga : Kemenko Polhukam Keluarin Rekomendasi Perkokoh Kesatuan Bangsa
Diketahui, proyek kawasan industri milik PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PT Kawasan Industri Kalimantan Indonesia (KIKI) itu diklaim sebagai kawasan industri terbesar di dunia karena luasnya mencapai 30.000 hektare.
Kawasan itu juga disebut cukup strategis karena lokasinya hanya sekitar 200 kilometer dari lokasi Calon Ibu Kota Negara baru.
Kawasan itu memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energi, yakni hydro power dan solar panel. Selain itu, 2,9 Trillion Cubic Feet (TCF) gas juga digunakan sebagai sumber energi pada kawasan tersebut. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya