Dewan Pers

Dark/Light Mode

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Indonesia Jangan Terlena, Kasus Covid Di India Sudah Melonjak Tajam

Jumat, 7 Januari 2022 10:19 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan kita untuk waspada terhadap situasi Covid-19 saat ini. 

Dalam konteks ini, kata Prof. Tjandra, kita harus berkaca pada situasi di India.

"Pagi ini, saya ngobrol dengan teman di New Delhi tentang keadaan Covid-19 di sana. Saat kita mengalami kenaikan kasus pada Juni dan Juli 2021, maka sekitar 2 bulan sebelumnya juga ada kenaikan kasus di India, dengan segala masalahnya," kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Jumat (7/1).

Seperti kita ketahui  India pernah mengalami kasus Covid-19 yang amat tinggi, sampai sekitar 400 ribu sehari di seluruh negara, dan sekitar 15 ribu sehari di kota New Delhi saja.

Berita Terkait : Lawan Persib, Persita Maju Tak Gentar

Angka ini kemudian menurun amat tajam dan kasus menjadi landai selama beberapa bulan. Dengan angka sekitar 7 ribu sehari di India. Bahkan, pernah kurang dari 100 orang sehari di New Delhi.

Artinya, India memang pernah tinggi, lalu turun dengan cepat. Kemudian landai rendah selama beberapa bulan.

"Pola yang sama kurang lebih pernah terjadi di Indonesia. Kasus Covid di negara kita pernah mencapai sekitar 50 ribu sehari, lalu turun dengan cepat. Kemudian landai sampai hanya beberapa ratus saja sehari," beber Prof. Tjandra, yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI.

Dalam minggu-minggu terakhir ini, kasus di India meningkat tajam. Pada 21 Desember 2021, jumlah kasus harian di India tembus 6.317. Lalu melonjak menjadi sekitar 90.928 ribu sehari pada 5 Januari 2022.

Berita Terkait : Lawan Persebaya, Serdadu Tridatu Tanpa Cugurra

Khusus untuk New Delhi, pada Selasa (4/1), pemerintah setempat mengeluarkan aturan pembatasan sosial ketat. Termasuk aturan kerja di kantor, pembatasan penumpang transport umum, pembatasan bioskop, sarana kebugaran, dan sebagainya.

Bahkan, mulai hari ini, New Delhi akan menerapkan jam malam yang dimulai pada pukul 10 malam waktu setempat, hingga Senin (10/1) pukul 5 pagi. Toko, pasar dan mall akan tutup.

"Teman-teman saya di New Delhi, pagi ini menelepon. Mereka mengaku sangat merasakan dampak pengetatan ini. Apalagi akhir pekan ini, besok dan lusa mereka praktis sepenuhnya di rumah saja. Kecuali ada keperluan mendesak," papar Prof. Tjandra.

"Di sisi lain, teman saya petugas kesehatan di New Delhi juga menyampaikan, walaupun kasus meningkat berlipat-lipat kali, peningkatan rumah sakit (bed occupancy) sampai hari-hari ini baru meningkat sekitar dua kali lipat. Jadi, situasi pelayanan kesehatan masih terkendali," imbuhnya.

Berita Terkait : Jelang Putaran 2, Madura United Siap Rombak Komposisi Pemain

Atas fakta-fakta tersebut, Prof. Tjandra mengimbau kita untuk mewaspadai situasi di Tanah Air. Apalagi, belakangan ini, kasus kita mulai meningkat pula. [HES]