Dark/Light Mode

Dunia Sibuk Hadapi Omicron Yang Sangat Menular

Minggu, 9 Januari 2022 08:00 WIB
Illustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock).
Illustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock).

 Sebelumnya 
“Masih mau abai dengan peningkatan kasus Covid-19 yang sangat tinggi ini saat ini,” tanya @VitaAnisa9. “Ada tren peningkatan kasus Covid-19 secara nyata. Jangan lengah sedikit pun, kita dalam bahaya,” sam­bung @19as_don.

Akun @jilulisme menambahkan, berdasar­kan realtime data Satgas Covid-19 tiga hari belakangan, kasus aktif dan terkonfirmasi virus Corona mengalami tren kenaikan. Dia berharap, kasus Covid tidak sampai mem­buat Indonesia outbreak lagi.”Stay safe, stay healthy, jaga prokes,” imbau dia.

Baca juga : Bunga Zainal: Omicron Kayak Kena Flu Biasa

Akun @4ntiHo4x mengatakan, perlahan tapi pasti, di berbagai belahan dunia saat ini sedang berjalan vaksinasi Covid-19 se­cara menyeluruh kepada warga negaranya. Tujuannya, untuk mengurangi risiko infeksi virus Corona.

“Melalui vaksinasi, semoga kita dapat men­gurangi dampak dari Covid-19 sehingga ke depan kasus positif Covid-19 dapat terus kita kurangi dan akhirnya dapat kita minimalisir,” harap @yogafirfun.

Baca juga : Kena Omicron, Apa Yang Harus Dilakukan?

Akun @KemenkeuRI mengungkapkan, tidak semua negara mudah mendapatkan vaksin Covid-19. Masih banyak penduduk dunia yang belum mendapatkan vaksin, bukan karena enggan, tapi karena distribusi vaksin yang belum merata. Terlebih di negara-negara berkembang dan negara miskin.

“Indonesia masuk 5 besar negara dengan vaksinasi Covid-19 terbanyak di dunia,” katanya.

Baca juga : KSP Pastikan Pemerintah Siap Hadapi Lonjakan Omicron

Menurut @Kalla_jengking, upaya menang­kal Covid-19 berbagai varian bisa dilakukan dengan mengurangi mobilitas dan menaati prokes. Apalagi, varian Omicron merupakan varian Covid-19 kelima di dunia dan sudah merebak di Afrika Selatan, Botswana, Belgia hingga Hong Kong.

“Bersyukurlah buat orang-orang yang belum terpapar Covid-19. Jangan lupa tetap disiplin prokes dan jangan lengah,” imbau @Nyoepangdulugan. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.