Dewan Pers

Dark/Light Mode

Keroyokan Taklukin Harganya Yang Menggila

BUMN Gelontorin Migor 750 Ribu Liter Per Bulan

Sabtu, 15 Januari 2022 06:50 WIB
Operasi pasar minyak goreng murah.(Foto: dok. Kementerian BUMN).
Operasi pasar minyak goreng murah.(Foto: dok. Kementerian BUMN).

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu ujung tombak di dalam menaklukan harga minyak goreng (migor). Perusahaan pelat merah menargetkan, hingga Mei, bisa menggelontorkan 3,7 juta liter.

Direktur utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI selaku induk holding, Arief Prasetyo Adi mengatakan, PTPN Group telah menyiapkan sebanyak 750.000 liter minyak goreng per bulan.

Berita Terkait : Berupaya Turunkan Harga Minyak Goreng, PTPN Gencarkan Operasi Pasar

“Seperempat dari produksi PTPN I hingga XIV sudah didedikasikan untuk (operasi pasar) minyak goreng seharga Rp 14 ribu. Untuk pendistribusian, salah satunya lewat PPI (PT Perusahaan Perdagangan Indonesia), anak usaha holding,” ujar Arief kepada Rakyat Merdeka, Rabu (12/1).

Ia menjelaskan, dalam rantai pasok (supply chain) pangan, setiap BUMN memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Holding ini dikondisikan untuk tugas komersial, namun dengan harga yang masih terjangkau.

Berita Terkait : Pedagang Girang, Mendag Salurin Migor 14 Ribu/Liter

“Holding ini juga untuk membangun ekosistem pangan, dari hulu ke hilir. Kami mulai dengan refocusing bisnis. Misalnya, kami harus unggul di komoditas gula dan benih. Maka fokus dulu di situ, baru berkembang ke yang lainnya,” ungkapnya.

Ekosistem yang dimaksud, sambung Arief, yakni memastikan adanya pasokan, kualitas dan keberlanjutan pangan. Untuk itu, pihaknya tengah mengkonsolidasikan jumlah stok pangan dari seluruh anggota holding.

Berita Terkait : Pertamina Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja Di Blok Rokan

Saat ini, ID Food telah memiliki lima pabrik gula dengan total kapasitas mencapai 280 ribu ton setahun. Dan, jumlah ini telah berkontribusi sekitar 13-14 persen gula nasional. Begitu juga dengan benih, yang selama ini menjadi fokus bisnis dari anggota holding pangan, yaitu PT Sang Hyang Sri (Persero).

“Kalau untuk pabrik minyak goreng, kami ada juga di anak usaha RNI, PT Perkebunan Mitra Ogan, Sumatera Selatan,” sebutnya.
 Selanjutnya