Dewan Pers

Dark/Light Mode

Update Gempa Banten: 1.100 Rumah Rusak Dan 200 Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Januari 2022 11:31 WIB
Kondisi rumah di Pandeglang yang rusak akibat gempa M 6.6, Jumat (14/1). (Foto: Dok. BNPB)
Kondisi rumah di Pandeglang yang rusak akibat gempa M 6.6, Jumat (14/1). (Foto: Dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang kembali mendata kerusakan rumah warga akibat gempa Banten magnitudo M 6,6.

"Bertambah lagi. Data terbaru sudah ada 1.100 rumah warga hingga pukul 09.00 WIB yang rusak akibat gempa," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Pandeglang Girgi Jantoro, Sabtu (15/1).

Berita Terkait : BPBD Pandeglang: 738 Rumah Rusak Pasca Gempa M6,6 Sumur Banten

Dari ribuan rumah itu, 617 rumah dilaporkan rusak ringan, 269 rusak sedang dan 214 rusak berat, yang masih berada di 28 kecamatan di Pandeglang. "Yang paling parah di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu dan Cikeusik," ujarnya

BPBD juga melaporkan 200 lebih warga Pandeglang mengungsi akibat guncangan gempa. Mereka yang mengungsi mayoritas warga yang tempat tinggalnya hancur dihantam gempa serta warga yang tinggal di wilayah pesisir seperti di Kecamatan Sumur, Pandeglang.

Berita Terkait : Gempa 6,7 Skala Richter Dirasakan Warga Kota Bandung

Sejumlah fasilitas publik di Pandeglang juga dilaporkan rusak. Di antaranya 13 unit sekolah dan 14 puskesmas. "Tiga kantor pemerintahan desa, empat sarana ibadah terpantau rusak ringan," ujar Girgi. [SRI]