Dewan Pers

Dark/Light Mode

Luhut: Tak Ada Rencana Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Senin, 24 Januari 2022 14:58 WIB
Menko Marves/Koordinator PPKM Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Humas Marves)
Menko Marves/Koordinator PPKM Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Humas Marves)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah akan tetap melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Meski kasus Covid-19 belakangan ini menunjukkan tren meningkat. 

"Pembelajaran sampai saat ini tetap dilaksanakan. Kalau ada hal-hal yang luar biasa, akan diambil keputusan tersendiri. Jadi, kami tidak ada rencana untuk menghentikan sekolah tatap muka," kata Luhut dalam konferensi pers virtual usai Rapat Terbatas PPKM, Senin (24/1).

Luhut menegaskan, meski kasus Covid belakangan ini naik, pemerintah tetap dalam kendali penuh menghadapi varian Omicron.  

Berita Terkait : Yang Mampu Naikin Saja, Yang Tak Mampu Disubsidi

Peningkatan kasus masih relatif terkendali. Jumlah kasus konfirmasi dan aktif harian masih kurang dari 90 persen, jika dibanding kasus puncak varian Delta.

"Kita tak boleh jumawa, harus tetap disiplin. Kata kunci kita adalah disiplin," ucapnya.

Sejak Omicron ditemukan sebulan lalu di Indonesia, Luhut menyebut, belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial. Seperti yang terjadi di negara-negara lain.

Berita Terkait : Menag: Tidak Ada Pemberhentian Umrah, Tetap One Gate Policy

Posisi bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Jawa Bali, juga jauh lebih baik dibanding saat awal kenaikan varian Delta. Sehingga, kita memiliki ruang yang cukup lebar, sebelum mencapai batas mengkhawatirkan 60 persen.

Kasus kematian harian di seluruh wilayah Jawa Bali dalam 14 hari terakhir, juga masih pada tingkat yang sangat rendah.

"Namun sekali lagi, pemerintah tetap waspada. Terutama, melihat angka reproduksi efektif (Rt) yang mulai mengalami peningkatan. Saat ini, angka Rt di Jawa sudah mencapai 1. Sedangkan Bali, sudah lebih dari 1," tandas Luhut. [HES]