Dark/Light Mode

Corona Wassalam Tahun Ini? Harapannya, Ya...Seperti Itu!

Rabu, 26 Januari 2022 07:30 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters)

 Sebelumnya 
“Kita tidak bisa mengakhiri fase darurat pandemi kecuali kita menjembatani kesenjangan ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut tidak ratanya distribusi vaksin sebagai penyebab tingginya angka infeksi hingga awal tahun ini.

Prediksi serupa disampaikan Direktur WHO Eropa Hans Kluge, sehari sebelumnya. Kata dia, kemunculan Omicron dianggap telah membuat fase baru dari Covid-19 dan mungkin bisa mengakhiri pandemi.

Baca juga : Soal Tren NFT, Ini Harapan Erick Thohir Buat Generasi Muda

Untuk kawasan Eropa, menurutnya, lonjakan kasus Omicron beberapa pekan lalu telah membentuk kekebalan global. Baik berkat vaksin atau karena orang memiliki kekebalan karena infeksi. Karena itu, ia memprediksi pandemi akan berakhir tahun ini.

“Segalanya terlihat membaik,” kata Kluge, seperti dikutip AFP, Minggu (23/1).

Namun, apa pun prediksi dari WHO, yang pasti, saat ini banyak negara termasuk Indonesia justru sedang mengalami lonjakan kasus aktif harian yang disebabkan varian Omicron. Menurut data yang dilaporkan Kementerian Kesehatan, kasus aktif harian sudah mendekati angka 5.000 atau sebesar 4.878 orang. Angka ini naik signifikan dari sehari sebelumnya yang hanya sebesar 2.927 orang.

Baca juga : Raih Runner Up India Terbuka 2022, Ini Harapan Hendra Setiawan

Kasus harian yang kembali melonjak ini disebabkan oleh cepatnya serangan Omicron di sejumlah wilayah. Data per Senin (24/1), Kementerian Kesehatan menyebut ada 1.626 kasus Omicron. Namun, dari jumlah itu, hanya 20 di antaranya yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Mayoritas kasus, yakni sebanyak 1.019 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sisanya terjadi di tengah masyarakat atau transmisi lokal. “Iya, umumnya OTG dan gejala ringan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, kemarin.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo mengatakan, kemunculan Omicron tidak perlu ditanggapi dengan panik. Kata dia, Omicron juga sama dengan varian lain. Jika penyebarannya sama, maka penanganannya juga sama. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.