Dewan Pers

Dark/Light Mode

IPDN Datangkan Ustad Mantapkan Jati Diri Praja

Rabu, 26 Januari 2022 14:11 WIB
Rektor IPDN Hadi Prabowo saat Leadership Alignment Session di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (26/1). (Foto: Istimewa)
Rektor IPDN Hadi Prabowo saat Leadership Alignment Session di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (26/1). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar kegiatan Leadership Alignment Session di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (26/1). Acara ini antara lain menghadirkan Ustad Dasad Latif.

Rektor IPDN Hadi Prabowo berharap kegiatan ini makin memantapkan jadi diri ASN maupun praja IPDN untuk dapat bekerja atau belajar dengan landasan penuh keimanan, dan ketaqwaan. Acara Leadership Alignment Session digelar secara daring dan luring.

Acara ini mengusung tema "Melalui Penguatan Mental dan Spiritual, Kita Mantapkan Jati Diri Praja dan ASN yang Lebih Beriman, Bertaqwa dan berakhlak". 

Diikuti oleh 5.849 praja IPDN  yang tersebar baik di kampus Jatinangor maupun di kampus daerah.  Selain Praja, hadir pula Rektor IPDN Hadi Prabowo beserta pimpinan dan ASN IPDN lainnya. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap mematuhi standar protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Berita Terkait : KPK Duga Hakim Itong Main Banyak Perkara Di PN Surabaya

Rektor IPDN Hadi Prabowo mengatakan, dalam kegiatan ini IPDN secara khusus mengundang Ustad kondang Dasad Latif untuk memberikan siraman rohani kepada seluruh praja IPDN.  

"Siraman rohani ini masuk ke dalam kerangka penguatan mental dan spiritual untuk mewujudkan dan memantapkan jati diri ASN maupun praja IPDN untuk dapat bekerja maupun belajar dengan landasan penuh keimanan, ketaqwaan dan berakhlak," kata Hadi Prabowo.

Hadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk membentuk kepribadian praja yang holistik yaitu kepribadian yang bisa mewujudkan ketahanan hidup yang berdasarkan pada nilai-nilai agama dan spiritual, penguasaan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan yang mumpuni.

Dia menjelaskan, pentingnya agama menjadi landasan hidup dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Khususnya terkait perkembangan IT dan globalisasi yang sering kali membuat kita terjebak di dalam suatu hal yang mungkin bisa melunturkan keimanan dan rasa nasionalis bangsa.

Berita Terkait : Pemerintah Pertimbangkan Diskresi Karantina Atlet Dari Luar Negeri,

"Era teknologi ini bisa memunculkan ego kelompok, egosentris yang mengakibatkan kita tidak mempunyai rasa solidaritas dan mungkin itu tidak sejalan dengan etika, budaya dan agama yang kita yakini. Sehingga kita harus benar-benar mentaati dan bekerja didasarkan pada keimanan dan ketaqwaan," tuturnya.

Hadi berharap, Praja IDPN sebagai kader pamong praja dan pemimpin di masa yang akan datang, tetap akan mampu mempertahankan dan mewujudkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Selain harus mampu menguasai teknologi dan mampu hidup berdampingan dengan bangsa lain, praja IPDN juga harus mampu menunjukan karakteristik bangsa Indonesia dan mampu meningkatkan jiwa nasional dan kepribadian sesuai dengan visi IPDN.

Pada tausiahnya, Ustad Das'ad kembali mengingatkan pentingnya rasa syukur yang harus dimiliki oleh para praja IPDN.

"Kalian harus bersyukur dapat bersekolah di sini, banyak sekali orang lain yang berharap dan ingin bersekolah di sini. Kalian sudah diberikan fasiltas yang baik oleh negara, maka kewajiban kalian adalah belajar dengan baik agar setelah kalian keluar dari sini kalian dapat menjadi pamong praja yang tidak hanya berkompeten dan cerdas tapi juga berakhlak," tuturnya.

Berita Terkait : Dipanggil Timnas, Abimanyu Tak Enak Hati Pada Persija

"Karena meskipun kalian menjadi praja yang cerdas tapi tidak berakhlak, kalian tidak akan berguna bagi negara," begitu wejangan Ustad Das'ad. [BCG]