Dark/Light Mode

KPK Koordinasi dengan POMAL Untuk Tangani Kasus Suap Bakamla

Kamis, 13 Juni 2019 21:13 WIB
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka).
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL) dalam menangani kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Soalnya, selain pihak sipil, terdapat sejumlah pihak dari unsur TNI AL yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Baca juga : KPK Siap Buktikan Aliran Suap Buat Menteri Agama

"Dalam kasus Bakamla ini karena ada dua sisi ya pihak-pihak yang diduga melakukan korupsi latar belakangnya ada yang dari sipil ada yang dari militer. Hari ini kami juga melakukan koordinasi dengan pihak Pom TNI Angkatan Laut," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/6).

POMAL memiliki kewenangan menangani pihak atau pelaku dari unsur TNI AL yang terlibat kasus ini. Untuk itu, POMAL perlu mendalami pelaku dengan latar belakang militer.

Baca juga : Indra Sjafri Bakal Coret 4 Nama Pemain

"Jadi prinsipnya kami saling membantu materi-materi pemeriksaan atau bukti-bukti yang dimiliki oleh KPK itu bisa digunakan dan menjadi informasi tambahan bagi pihak POM TNI AL tersebut sekaligus juga kalau ada bukti atau informasi yang kami butuhkan kami akan berkoordinasi dengan pihak TNI," tuturnya.

Febri mengatakan, koordinasi dengan POMAL sebenarnya telah berjalan sejak KPK menangani kasus yang bermula dari OTT pada 2016 lalu tersebut. Koordinasi dengan POMAL dikatakan Febri berjalan dengan baik hingga saat ini.

Baca juga : Laporan Gelaran Asian Games 2018 Dinilai Baik

"Ini adalah bentuk koordinasi yang cukup baik, karena sejak awal kami menangani bersama. Meskipun penanganannya terpisah tapi koordinasi terus kami lakukan. Dan kalau ada perkembangan,  seperti pelaku yang lain dari sipil atau dari militer, kami saling bertukar informasi," tandasnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.