Dark/Light Mode

Angka Kematian Perlahan Naik

Hati-hati, Covid Masih Jadi Ancaman Untuk Lansia Dan Komorbid

Rabu, 2 Februari 2022 21:14 WIB
Jubir Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (Foto: YouTube)
Jubir Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengungkap, kasus positif Covid saat ini meningkat cukup tajam.

Dalam waktu singkat, kasus positif meningkat cukup besar, dan berkali-kali lipat.

“Peningkatan kasus positif pada minggu ini adalah yang terbanyak. Sebelumnya, kasus positif mingguan meningkat perlahan dari 1.400 menjadi 3.000, dan kini 5.400. Angka ini meningkat cukup besar menjadi 14 ribu. Dan melonjak menjadi 56 ribu kasus dalam satu minggu,” jelas Prof. Wiku dalam keterangan pers virtualnya, Rabu (2/2).

Baca juga : BMKG Dorong Peran Aktif Ahli Konstruksi Mitigasi Ancaman Gempa Bumi Dan Tsunami

Jumlah ini meningkat 40 kali lipat dibanding awal Januari 2022. Bahkan, kasus harian pada 1 Februari 2022, telah mencapai 16 ribu kasus. Lebih tinggi dibanding peningkatan harian pada gelombang pertama Desember 2020.

Sementara positivity rate PCR dan antigen, kini telah mencapai 6 persen atau berada di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Padahal sebelumnya, positivity rate konsisten di angka 0-2.

“Peningkatan kasus ini juga menjadi peringatan bagi kita semua, untuk kembali merefleksikan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Penggunaan masker dengan baik dan benar, rutin cuci tangan. Dan yang terpenting, tidak bepergian ke tempat umum jika tidak mendesak, harus mulai diterapkan kembali,” papar Prof. Wiku.

Baca juga : Airlangga Hartarto Dapuk Master Supandi Jadi Bapak Taiji Indonesia

Beruntung, peningkatan kasus positif yang sangat tinggi, tidak diikuti lonjakan angka kematian. Meski kematian meningkat 14 kali lipat dibanding tanggal 1 Januari, namun jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibanding kematian pada gelombang pertama di akhir 2020.

Dengan jumlah kasus positif yang sama, kasus kematian harian saat ini mencapai angka 28. Sedangkan pada gelombang pertama lalu, mencapai lebih 300 kasus kematian per hari.

"Namun selalu saya tekankan, bahwa satu kematian saja terbilang nyawa. Mulai bertambahnya kematian ini, mestinya menjadi pengingat bagi kita. Bahwa, meskipun sebagian besar pasien relatif dapat sembuh, namun virus ini masih menjadi ancaman pada kelompok rentan seperti lansia dan komorbid," pungkas Prof. Wiku. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.