Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Covid Meroket, Juru Bicara Satgas Covid RS UNS Ingatkan Pejabat Publik Tak Picu Kerumunan
Sabtu, 5 Februari 2022 11:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Juru Bicara Satgas Covid-19 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto mengingatkan pejabat publik, untuk tidak membuat acara yang memicu kerumunan seperti bagi-bagi bingkisan dan sebagainya. Mengingat lonjakan kasus Covid-19, yang kini meningkat pesat.
Per 4 Februari 2022, jumlah kasus harian Covid-19 telah mencapai 32.211. Sehingga, total kasus terkonfirmasi kini tembus 4.446.694. Sedangkan kasus kematian hariannya, ada di angka 42.
Dibanding sebulan sebelumnya, 4 Januari 2022, jumlah kasus harian ada di angka 299. Sementara kematian akibat Covid, berjumlah 42 kasus.
Baca juga : Kapolri Ingatkan Syarat Wajib PTM 100 Persen
Artinya, sejak tanggal tersebut, telah terjadi kenaikan kasus harian lebih dari 100 kali lipat. Sedangkan angka kematian, melonjak 14 kali lipat.
"Bapak dan ibu para pejabat, tokoh masyarakat dan siapa pun, termasuk saya sendiri, mohon dengan hormat, kiranya kita sudahi kebiasaan memancing kerumunan," kata Tonang dalam keterangan yang dibagikan kepada RM.id, Jumat (4/2).
Tonang menegaskan, memancing kerumunan sama saja menyalahi aturan yang berlaku tentang penanganan Corona.
Baca juga : Polresta Malang Kota Kembali Raih Top 15 Inovasi Pelayanan Publik 2021 Kemenpan RB
"Karena jelas regulasi soal protokol kesehatan masih berlaku sampai saat ini. Mulai dari Inpres, Inmendagri, sampai ke level Pemda," ungkap Dokter Spesial Patologi Klinik RS UNS Solo itu.
Sejatinya, imbuh Tonang, semua pihak bertanggung jawab memutus mata rantai penyebaran Corona di Indonesia.
"Imbauan saya itu ditujukan kepada semuanya. Tidak hanya pejabat. Kita semua punya tanggung jawab keteladanan," tegasnya.
Baca juga : Satgas Covid-19 Ingatkan Pelaksanaan PON XX Patuhi Prokes
Tonang menuturkan, aturan pengetatan untuk mencegah adanya kerumunan, akan berakhir sia-sia apabila tidak ada tanggung jawab dari semua pihak, dalam memerangi pandemi.
"Poin saya lebih ke tanggung jawab dan keteladanan. Soal-soal teknis akan lebih mudah dicarikan jalan, asal kedua hal tersebut dipenuhi," ucapnya.
"Mari bersama-sama berdoa, semoga pandemi segera usai. Agar kesempatan berbagi seperti itu, bisa kita lakukan lagi dengan lebih aman. Matur nuwun Bapak dan Ibu yang kami hormati. Pada diri kita masing-masing, ada tanggung jawab keteladanan," pungkas Tonang. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya