Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sidang Perkara Bansos Covid

Terpojok Kesaksian Vendor, Pejabat Kemensos Ajukan JC

Rabu, 16 Juni 2021 06:50 WIB
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Matheus Joko Santoso mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (2/6/2021). (Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga)
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Matheus Joko Santoso mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (2/6/2021). (Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persidangan perkara suap penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 sudah separuh jalan. Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso memutuskan mengajukan permohonan Justice Collaborator (JC). Kenapa baru sekarang?

Permohonan JC diajukan kepada majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang mengadili perkara ini. Tangguh Setiawan Sirait, pengacara Joko berharap JC dikabulkan. “Kita ingin dapat keadilan,” katanya.

Menurutnya, dalam perkara ini Joko hanya menjalankan perintah Menteri Sosial saat itu, Juliari Peter Batubara. Juliari kerap menyuruh memungut fee dari vendor penyedia paket sembako Bansos Covid.

Berita Terkait : Vendor Bansos Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso

Joko mengakui, memungut fee Rp 10 ribu dari setiap paket kepada vendor. Hal itu dilakukan atas arahan Juliari.

“Nggak pernah melanggar perintah atasan,” kata Tangguh. Lantaran itu, Joko bakal membuka praktik yang terjadi di Kemensos itu.

Ketika ditanya kenapa barusekarang mengajukan JC, Tangguh menjelaskan sebelumnya sudah mengajukan JC kepada KPK pada 1 April 2021. Dia berusaha meyakinkan penyidik bahwa Joko akan kooperatif menjalani proses hukum.

Berita Terkait : Saksi Ungkap Miliaran Rupiah Fee Bansos Corona Untuk Guyur Pejabat Kemensos

Permohonan JC tidak langsung diajukan kepada Pengadilan Tipikor Jakarta, tempat Joko disidang. Joko beralasan ingin membuktikan lebih dulu dirinya tetap kooperatif.

“Ingin yakinkan hakim dan jaksa bahwa kami konsisten membuka satu per satu fakta di persidangan,” dalih Tangguh. Nah, saat ini dianggap waktu yang tepat untuk mengajukan JC.

Setelah menerima surat permohonan JC, Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis meminta tanggapan dari jaksa KPK. “Nanti akan kami tanggapi pada saat (sidang) tuntutan,” ujar Jaksa Ikhsan Fernandi.

Berita Terkait : Fee Bansos 10-12 Persen Ngalir Ke Pejabat Kemensos

Dalam perkara ini, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono selaku PPK didakwa bersama-sama Juliari Peter Batubara menerima Rp 32,4 miliar. Rasuah itu terkait penyaluran Bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek pada tahun 2020.
 Selanjutnya