Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan catatan ringan tentang Hymne Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Mahfud menyebut, catatan itu dituliskannya sambil berkontemplentasi dalam Milad ke-75 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Sabtu (5/2).
"Akhir-akhir ini, kalau ada upacara resmi HMI saat menyanyikan Hyme HMI, ada perbenturan kata pada bait kedua untuk kalimat Turut Qur'an dan Hadits. Selain ada yang menyanyi dengan khusyu memfrasakan Turut Qur'an dan Hadits, ada juga yg memfrasakan Turut Alqur'an Hadits. Jadinya agak kacau, tidak seragam," papar Mahfud melalui akun Instagramnya, Minggu (6/2).
Baca juga : Ini Isi Instagram Puan Maharani Di HUT Ke-75 Megawati
Kalimat Turut Alqur'an Hadits itu pertama kali didengar Mahfud pada akhir tahun 2019. Saat acara Jalan Sehat di Pontianak (KAHMI Kalbar).
Saat itu, Mahfud mengaku sudah menyampaikan, bahwa frasa Alqur'an Hadits itu salah. Baik dari segi sejarah lagunya, maupun dari segi kaidah Bahasa Arab.
Yang benar ada di lagu aslinya, yang sejak masuk HMI dulu selalu dinyanyikan. Yaitu Turut Qur'an dan Hadits.
Baca juga : Mahfud Tak Main-main
"Saya tidak tahu, kapan dan siapa yang berkreasi mengubah menjadi Turut Alqur'an Hadits," ucap Mahfud.
Dia menjelaskan, dari segi kaidah Bahasa Arab, kalimat itu salah. Karena Qur'an dan Hadits dalam frasa asli itulah yang benar. Sebab, kalimatnya adalah kalimat setara, sama-sama menggunakan nakirah.
Kalau kata Qur'an diganti dgn kata Alqur'an, maka kata Hadits juga harus diganti dengan kata Alhadits. Sehingga, menjadi Turut Alqur'an dan Alhadits. Sehingga sama-sama makrifah (sama-sama ditambah al).
Baca juga : Jelang Nataru, Kementan: Stok Daging Dan Telur Masih Stabil
Kedua, Mahfud menyebut ada kesalahan yang lebih fatal. Yakni perubahan makna dari perubahan frasa tersebut.
Frasa Alqur'an Hadits itu bersusunan 'mubtada' - khabar' sehingga artinya dalam bahasa Arab adalah Alqur'an adalah Hadits.
"Di titik ini, kesalahan frasa itu terlihat karena menyebut Alqur'an adalah Hadits. Padahal Alqur'an bukan Hadits, tak boleh bilang Alqur'anu haditsun dalam susunan mubtada' - khabar," terang Mahfud.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya