Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Bawah Bapanas, Koordinasi Makin Ramping
Yes, Bulog Kini Bisa Fokus Jadi Stabilisator Pangan...
Selasa, 8 Februari 2022 08:20 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Pengamat Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas mengatakan, selama ini pihaknya selalu mendorong agar Pemerintah bisa tegas terhadap peranan Bulog. Yakni, menjadikan Bulog sebagai penyangga pangan, atau sebagai badan usaha yang harus profesional dalam mengutamakan profit.
Karenanya, ia menyambut positif dengan dijadikannya Bulog sebagai operator pelaksana kebijakan pangan nasional di bawah Bapanas.
Pasalnya, Bulog tidak selalu bisa menghasilkan keuntungan secara komersial lantaran fungsinya sebagai stabilisator pasokan dan harga pangan.
Baca juga : Capaian Vaksinasi Timpang, Bisa Fatal
“Selama ini dua peranan itu masih dicampur, jadinya sampai sekarang ya Bulog seperti ini. Kalau nanti di bawah Bapanas, fungsinya jelas untuk stabilisator harga pangan,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Ia optimistis, dengan kebijakan pangan yang terpusat akan memudahkan kerja Bulog sebagai kepanjangan tangan Pemerintah dalam stabilisasi harga pangan.
Dan meski saat ini Presiden belum menunjuk kepala Bapanas, Bulog masih tetap menjalankan peran dan fungsinya seperti biasa.
Baca juga : Masa Depan Makin Kompleks, 3 Hal Ini Harus Dilakukan Para Santri
“Ini kan seperti struktur organisasinya saja yang belum terbentuk di Bapanas. Sebaiknya memang segara diselesaikan. Apalagi, akhir-akhir ini banyak masalah soal pangan seperti minyak goreng salah satunya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan Perum Bulog tidak masuk dalam Holding BUMN Pangan atau ID Food. Hal ini untuk menjaga stabilitas dan memenuhi kebutuhan pasar.
Mantan bos Inter Milan ini menjelaskan, Kementerian BUMN memiliki visi untuk mempunyai dua grup pangan, yakni Bulog dan ID Food.
Baca juga : Beringin Pede Bisa Sabet 10 Kursi DPRD Enrekang
Nantinya, imbuhnya, Bulog sebagai stabilisator. Di mana Bulog mengintervensi ketika ada harga naik. “Sedangkan ID Food bisa lebih fokus ke pasar,” tukasnya Selasa (25/1). [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya