Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah meminta anak muda belajar agama tidak hanya dari media sosial dan YouTube. Pasalnya, jika tidak hati-hati, informasi yang gencar di media sosial, bukannya memberi ilmu, malah bisa menjerumuskan ke radikalisme.
Baca juga : Maria Ozawa Kini Jadi YouTuber
“Saat ini media sosial menjadi satu kebutuhan manusia, sebagai satu konsekuensi atas perkembangan zaman, yang secara langsung telah mengubah gaya hidup manusia. Maka hampir semua manusia di muka bumi ini bergantung dengan media sosial sebagai media komunikasi dan informasi,” tutur Ketua MUI Kota Palu KH Zainal Abidin di Palu, Minggu (20/2).
Baca juga : Samba Tancapkan Kuku Di Conmebol
MUI Palu, kata Prof Zainal, demikian sapaan akrabnya, mengimbau kepada umat beragama khususnya generasi muda Islam, agar belajar agama kepada mereka yang paham tentang agama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya