Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketum Parpol Bakal Giliran Bicara
Pemilu Mundur Atau Perpanjangan Jabatan
Sabtu, 26 Februari 2022 08:35 WIB
Sebelumnya
“Sebaiknya wacana menunda Pemilu yang berimplikasi pada perpanjangan masa bakti Presiden-Wakil Presiden, Menteri, DPD, DPR, dan DPRD serta jabatan terkait lainnya, diakhiri. Mari berpikir jernih dan jangka panjang,” ajak Mu’ti, kemarin.
Ia menyarankan agar para ketum parpol melihat langsung keadaan di masyarakat. Tidak hanya membaca hasil survei yang bisa saja tidak akurat. “Pahami keadaan dan perasaan mereka,” harapnya.
Baca juga : Pemkab Pasaman Barat Tetapkan Tanggap Darurat Gempa 14 Hari
Bagaimana tanggapan Lembaga survei soal wacana penundaan pemilu? Apakah rakyat mendukung? Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi membenarkan, banyak responden di surveinya yang puas terhadap kinerja Jokowi. Tapi, mayoritas responden juga ogah pemilu ditunda.
Menurut dia, berdasarkan survei nasional Indikator pada Desember 2021, menunjukkan mayoritas publik setuju pemilu tetap diadakan pada 2024, meski dalam keadaan pandemi sekalipun. Hanya seperempat warga yang setuju pemilu ditunda hingga 2027 dengan alasan pandemi atau pemulihan ekonomi.
Baca juga : Golkar Kaji Serius Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Jokowi
“Bahkan jika memakai formulasi pertanyaan yang lain, mayoritas responden tidak setuju masa jabatan Presiden Jokowi ditambah hingga 2027. Hal ini menunjukkan aspirasi sebagian elit yang menginginkan perpanjangan jabatan presiden hingga 2027 tidak sesuai preferensi mayoritas warga,” tulis Burhan di akun Twitternya @BurhanMuhtadi, kemarin.
Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno mencium adanya kekuatan besar yang mengendalikan isu agar pemilu ditunda. “Sudah 2 partai yang mulai setuju khutbah penundaan pemilu. Bentar lagi pasti bakal ada partai lain ikutan,” ujarnya, kemarin.
Baca juga : Cetak Brace Di Laga Persipura, Beckham Diganjar Pemain Muda Terbaik
Meski begitu, dia tidak menyebut siapa kekuatan besar yang dimaksud. “Entah itu siapa. Gelap gulita,” tukasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya