Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nasib 2 Menteri PKB
Ibu Ida Sudah Tenang Yaqut Masih Digoyang
Sabtu, 5 Maret 2022 08:20 WIB
Sebelumnya
Mantan Ketua Umum GP Ansor itu membantah membandingkan adzan dengan gonggongan anjing. Menurutnya, judul berita tentang hal itu misleading dan tidak sesuai fakta. “Tidak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang keluar dari masjid dengan gonggongan anjing,” pungkasnya.
Klarifikasi ini tak membuat reda. Kritikan ke Yaqut terus bermunculan. Beberapa pihak meminta Presiden Jokowi mereshuffle Yaqut. Bahkan, kemarin, ada demonstrasi di depan Gedung Kementerian Agama. Tuntutannya ada tiga. Yaitu, meminta Yaqut mundur dari Menag, proses hukum, dan mendesak Yaqut meminta maaf kepada umat Islam.
Baca juga : Yes! Vaksin Merah Putih Sudah Kantongi Sertifikat MUI
Lalu, bagaimana sikap PKB tentang nasib Yaqut? Wakil Sekjen PKB Luqman Hakim menegaskan, reshuffle kabinet sepenuhnya kewenangan Jokowi. PKB akan ikut keputusan Jokowi. “Reshuffle kabinet itu hak prerogatif Presiden. Jadi, terserah Presiden saja,” ujarnya.
Sementara, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamarudin Amin menuturkan, bosnya merupakan seorang santri dari keluarga yang berlatar belakang ulama. Tak ada niat buruk dari Yaqut atas pernyataannya.
Baca juga : Ukraina Memanas, KBRI Kiev: Suasana Masih Kondusif
Kamarudin pun meminta publik tak menuduh Yaqut yang tidak-tidak. "Atas nama kemaslahatan dan persaudaraan seiman dan setanah air, janganlah kita mengamplifikasi, mengkapitalisasi, mengeksploitasi, apalagi menuduhkan hal yang tidak sesuai dengan fakta," ucapnya.
Kamarudin mengajak semua pihak berbaik sangka dan saling merawat persaudaraan. Dia menyebut, Yaqut sedang berjuang untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Baca juga : Polisi Sebenarnya Sudah Tahu Penimbun Migor
"Mari berkomunikasi dengan mengedepankan keadaban publik, berbaik sangka dan saling menghargai. Mari merawat persaudaraan keislaman dan kebangsaan kita untuk mencari ridha Allah SWT," imbuh dia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya