Dark/Light Mode

Soal Penceramah Radikal Yang Disinggung Presiden

BNPT Beberin 4 Tanda-tandanya

Minggu, 6 Maret 2022 09:05 WIB
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid. (Foto: Istimewa).
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI)? Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI, M Najih Arromadloni menyebut, imbauan presiden itu, tak mengada-ada. Sebab, diakuinya, paham radikal memang terbukti telah menyusup di lingkungan kampus, institusi pemerintah, TNI, Polri, hingga aparatur sipil negara, rumah ibadah, ormas, bahkan ke lembaga pendidikan.

“Lembaga negara memang menjadi salah satu sasaran utama menggunakan pola pergerakan yang dikenal dengan istilah Tholabun-Nusroh,” ujar Gus Najih, kemarin.

Baca juga : BNPT: Jangan Terjebak Tampilan, Tapi Lihatlah Isi Ceramahnya

Istilah Tholabun-Nusroh kerap digunakan oleh kelompok Hizbut Tahrir dengan cara mengelabui pihak-pihak yang dianggap memiliki kekuatan dan dapat memberikan perlindungan. “Kelompok mereka ini berusaha mengelabui tentara, polisi, anggota intelijen dan lini strategis pemerintahan yang lain,” kata Sekjen Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia ini.

Apalagi, semangat keberagamaan masyarakat Indonesia semakin tinggi. Majelis dan pengajian merebak dari lingkungan perumahan hingga ke instansi dan perkantoran. Dia mengingatkan, memilih penceramah jangan hanya berdasarkan kepopuleran atau mudah diundang.

Baca juga : Jangan Salah Pilih, Ini 5 Ciri Penceramah Radikal Menurut BNPT

“Perlu penanaman kesadaran dan pengetahuan khususnya anggota serta keluarga ASN, TNI, dan Polri. Supaya dapat memilih para pemuka agama yang moderat yang membawa konsep agama sebagai rahmat,” pungkasnya.

Sebelumnya, TNI-Polri mengaku satu komando mematuhi arahan presiden. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mewanti-wanti, jangan sampai pemahaman yang keliru nyasar ke keluarga besar TNI AD. “Saya mengingatkan kepada seluruh Pangdam, Danrem, jangan sampai salah salah memilih atau mengundang penceramah yang terpapar radikalisme,” pesan Dudung.

Baca juga : Wamenag: Penceramah Hendaknya Hindari Bahasan Yang Picu Perpecahan

Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo berterima kasih atas instruksi presiden itu. “Arahan Presiden menjadi pedoman. Ini untuk kebaikan bersama dalam memitigasi sebaran paham radikal,” kata Dedi.

Dikatakannya, apabila terbukti ada yang melanggar, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) akan menindak tegas anggota tersebut. Karenanya, akan ada instruksi lebih lanjut kepada anggota Polri serta istri agar tidak serampangan mengundang penceramah ke acara-acara lembaga maupun keluarga. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.