Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diterpa Angin Kencang, Belasan Rumah Warga Di Mojokerto Rusak

Selasa, 8 Maret 2022 22:24 WIB
Kondisi rumah warga yang terdampak angin kencang di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (7/3). (Foto: BPBD Kabupaten Mojokerto)
Kondisi rumah warga yang terdampak angin kencang di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (7/3). (Foto: BPBD Kabupaten Mojokerto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 17 rumah warga rusak akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda dua desa di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, pukul 21,55 WIB Senin (7/3).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, dua desa tersebut, yakni Desa Betro di Kecamatan Kemlagi dan Desa Pakis di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. “Belasan rumah warga rusak ringanhingga berat akibat terjang hujan deras,” ujar Abdul dikutip Selasa (8/3).. 
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto merinci dari rumah yang rusak, sebanyak 4 unit mengalami rusak berat, 8 rusak sedang dan 5 rusak ringan.
Berdasarkan laporan visual, bagian atap rumah warga mengalami kerusakan dan jatuh ke tanah akibat terbawa angin kencang.  “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Total kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” tuturnya.

Berita Terkait : Hati-hati, Banyak Pohon Di DKI Rawan Tumbang

Saat ini, BPBD Kabupaten Mojokerto telah memberikan bantuan berupa terpal sebanyak 12 buah untuk warga terdampak di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi dan 3 buah terpal bagi warga Desa Pakis di Kecamatan Trowulan.

“Guna menghindari adanya hal yang tidak dinginkan, TNI dan Polri melakukan pengamanan di rumah-rumah warga terdampak,” tukasnya.

Berita Terkait : Motoran Di Jalanan Desa, Ibas Bantu Bedah Rumah Warga

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Kabupaten Mojokerto hingga Kamis (10/3).

BMKG juga menyatakan bahwa kondisi hujan lebat dalam durasi singkat yang disertai angin kencang, diprakirakan akan berlangsung hingga April-Mei 2022. Seluruh wilayah Indonesia berpotensi mengalami fenomena angin kencang, namun dominannya intensitas lebih tinggi terjadi di Indonesia bagian barat, seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan sebagian Kalimantan.

Berita Terkait : Permintaan Tinggi Jelang Puasa, Harga Pangan Merangkak Naik

Menyikapi hal tersebut, BNPB mengimbau kepada seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Upaya seperti pemangkasan cabang, batang dan ranting pohon yang lebat perlu dilakukan secara berkala, khususnya yang berada di dekat rumah warga maupun dalam jalur kabel listrik maupun jaringan telekomunikasi. Apabila terjadi hujan yang disertai angin, maka diimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di bawah pohon, baliho maupun tiang listrik. [MFA]