Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Dapat Tugas Baru Dari Jokowi
Luhut Dan Erick Pimpin Satgas Percepatan Investasi Saudi
Kamis, 10 Maret 2022 08:30 WIB
Sebelumnya
Luhut membeberkan, Arab Saudi akan masuk ke dalam investasi proyek chip semi konduktor. Selain itu, Lembaga investasi Arab Saudi, Public Investment Fund atau PIF, bakal menyuntikkan investasi ke dalam lembaga SWF Indonesia, Investment Authority (INA).
“Pangeran MBS juga menjanjikan pasokan untuk memenuhi kebutuhan impor minyak Indonesia untuk kebutuhan petrochemical kita sebanyak 1,4 juta barel per hari,” ungkap Luhut.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, selain IKN, investasi yang penting bagi Indonesia saat ini adalah sektor energi. Ini untuk menunjang proyek di Pertamina dan PLN.
“Investasi yang diutamakan harus masuk dalam program Proyek Strategis Nasional yang tengah dijalankan Pemerintah sampai dengan 2024,” kata Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : CIMB Niaga Syariah Rilis Program Investasi Haji Muda
Pemerintah juga harus membenahi bottleneck terkait realisasi investasi. Dengan melihat, apakah ada permasalahan dalam pengurusan izin, infrastruktur pendukung, yang perlu segera ditindaklanjuti. Apalagi selama ini beberapa hambatan kerap kali menjadi penghambat investasi di Indonesia.
Di sektor perizinan, misalnya. Kerap kali izin yang sudah keluar di level Pemerintah Pusat, namun tidak bisa keluar di level Pemerintah Daerah karena masalah koordinasi.
“Jika perlu, Satgas mengawal end to end, dari proses investasi mulai masuk hingga betul-betul investasi teralisasikan,” sarannya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya