Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Pemilu tidak bisa ditunda dengan alasan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi,” terang Nurdin.
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera meminta Jokowi menegur pimpinan parpol yang menggaungkan gagasan penundaan Pemilu.
Baca juga : Pemain Incaran Milan Ditelikung Newcastle
Menurutnya, usulan penundaan itu bertentangan dengan konstitusi yang mengatur kalau Pemilu dilakukan 1 kali dalam 5 tahun.
“Jadi mestinya Presiden mengingatkan yang ingin penundaan atau perpanjangan. Karena bertentangan dengan konstitusi,” ujar Mardani.
Baca juga : Demokrasi Indonesia Menuju Sakaratul Maut
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengapresiasi sikap PDIP dan parpol koalisi pemerintah yang menolak gagasan penundaan Pemilu. Kata dia, memang sudah saatnya parpol melepaskan kepentingan kelompok dan lebih banyak memikirkan nasib bangsa ke depan.
“Pimpinan-pimpinan parpol harus perkuat konstitusi bangsa. Jangan dirusak atau diutak-atik. Bedakan mana kepentingan rakyat, kepentingan pribadi, dan kelompok,” ujar Jerry.
Dia pun meminta pemerintah dan DPR teguh berkomitmen. Pemilu harus tetap digelar 14 Februari 2024, sesuai waktu yang sudah diputuskan DPR, Pemerintah dan KPU.
“Kita tak akan maju, jika hanya berputar-putar di penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden,” pungkasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.