Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perwira Kodam XVIII/Kasuari Ditempa Latihan Diseminasi Dari ICRC
Senin, 14 Maret 2022 18:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para perwira Kodam XVIII/Kasuari mendapat gemblengan Deseminasi dari International guna mencegah terjadinya kesalahan prosedur dalam tugas. Setiap prajurit harus memahami prosedur dan aturan pelibatan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tugas operasi militer. Sehingga tidak bermasalah secara hukum humaniter dan HAM.
Kegiatan ini merupakan kerja sama Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad) dengan ICRC. Pelaksanaannya dibuka langsung Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen Gabriel Lema di Aula Kodam XVIII/Kasuari, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Senin (14/3).
Gabriel berharap, dengan kegiatan ini prajuritnya akan memperoleh suatu pendalaman, pemahaman dan pandangan tentang pelibatan militer dalam Operasi Keamanan Dalam Negeri (Ospkamdagri), sehingga dapat mengeliminir kesalahan prajurit dalam pelaksanaan setiap tugas di lapangan.
Baca juga : Potensi Ekonomi Digital Perlu Ditopang Kualitas Jaringan Dan Keamanan Data
Diseminasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta tentang hukum humaniter internasional dan Ham agar nantinya pada saat penerapan hukum humaniter Internasional dan HAM dalam perlindungan terhadap penduduk sipil, personel Palang Merah Indonesia serta tawanan perang dapat terlaksana sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Sebagai pertahanan matra darat, juga berkewajiban melaksanakan diseminasi hukum humaniter dalam waktu damai maupun dalam waktu perang yang diamanatkan dalam konvensi Jenewa 1949," kata Gabriel dalam keterangannya, Seninn (14/3).
Dia mendorong prajurit TNI-AD semakin profesional. Memiliki pemahaman yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Serta memiliki keterampilan dalam menerapkan aturan pelibatan atau Rules Of Engagement (ROE).
Baca juga : Jokowi Apresiasi Capaian Cakupan Vaksinasi Di Riau
“Untuk itu saya berharap pada para peserta desiminasi agar dapat mengikuti dan menyimak seluruh materi yang diberikan sehingga apa yang disampaikan oleh tim dapat diterima, dipahami untuk diterapkan pada saat kembali ke satuan masing-masing,” harap suksesor I Nyoman Cantiasa itu.
Sementara itu, Ketua Delegasi ICRC Mr. Alexander Faite mengapresiasi dan ikut bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. “Dalam beberapa tahun terakhir ICRC dengan TNI telah meningkatkan kerjasama seperti konferensi pemeliharaan perdamaian internasional tahun 2019 yang diikuti 28 negara. Pada tahun lalu kami telah menyepakati nota kesepahaman tentang kerjasama yang lebih komprehensif di bidang promosi dan diseminasi hukum humaniter dan kerangka hukum Internasional lainnya,” tuturnya.
Dalam Situs resminya https://blogs.icrc.org/, ICRC adalah organisasi yang tidak memihak, netral, dan independen, yang misinya semata-mata bersifat kemanusiaan. Yaitu untuk melindungi kehidupan dan martabat para korban konflik bersenjata dan situasi-situasi kekerasan lainnya, dan memberi mereka bantuan. ICRC juga berusaha mencegah penderitaan dengan mempromosikan dan memperkuat hukum humaniter dan prinsip-prinsip kemanusiaan universal. [UMM]
Baca juga : Terintegritas, Kemendagri Sosialisasikan Aplikasi Sakti
Caption foto: Pemberian Cinderamata dari Pangdam Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen Gabriel Lema kepada Ketua Delegasi ICRC Mr. Alexander Faite di Aula Kodam XVIII/Kasuari, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Senin (14/3). [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya