Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara 2022 Masuk Tahun Politik
Dudung Larang TNI Cawe-cawe
Selasa, 15 Maret 2022 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurrachman paham betul, tahun 2022 ini sudah masuk tahun politik. Jenderal Dudung juga paham, di tahun politik, TNI rentan digoda dan tergoda urusan politik terkait Pemilu 2024. Mencegah itu, Jenderal Dudung langsung buat pernyataan tegas: TNI AD dilarang ikut cawe-cawe urusan politik.
Pernyataan Dudung itu disampaikan saat memberikan pengarahan di Makodam Jaya Jayakarta, Cilitian, Jakarta Timur, kemarin. Dalam arahannya, Jenderal yang dikenal tegas ini, menjelaskan posisi TNI dalam politik dan demokrasi. Kata dia, demokrasi yang dijunjung TNI hanyalah loyalitas tegak lurus kepada Presiden dan Panglima TNI.
“TNI AD saya minta tidak ikut-ikutan di dalam demokrasi. Demokrasi TNI AD hanya loyalitas dan tegak lurus kepada pimpinan kita.
Baca juga : LavAni Petik Kemenangan Perdana Putaran Kedua
TNI AD harus loyal kepada Presiden Republik Indonesia,” kata Dudung. Eks Pangkostrad ini mengatakan, TNI sesuai undang-undang sudah punya tugas khusus. Tidak usah, prajurit TNI ikut-ikutan ngomong soal pemilu. Apalagi, kalau sampai ada prajurit yang ikut cawe-cawe dengan dukung-mendukung tokoh di Pemilu 2024.
“Lakukan tugas pokok TNI AD dengan sebaik-baiknya. Kita lakukan disiplin militer, tidak ada kegiatan-kegiatan lainnya yang mencoba mengganggu demokrasi,” pesan Dudung.
Dudung juga meminta para prajurit TNI AD untuk bekerja sama dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. TNI-Polri, kata dia, harus solid dan hindari terjadinya gesekan.
Baca juga : Anies-Amran Pasangan Ideal Capres-Cawapres
“Lakukan pengamanan dengan kepolisian. Apabila ada benih yang mencoba akan mengganggu proses demokrasi, TNI AD dan kepolisian harus tampil,” pesan mantan Pangdam Jaya itu.
Peringatan Dudung kepada anak buahnya di TNI AD ini, diapresiasi politisi di Senayan. Anggota Komisi I DPR, Saifullah Tamliha menilai, ketegasan Dudung itu sesuai dengan amanat undang-undang. Dwifungsi yang sudah dihapus oleh reformasi, harus tetap dipertahankan.
“TNI memang mesti kembali dengan cita-cita reformasi untuk kembali ke barak dengan menghilangkan dwi fungsi TNI,” ucap Tamliha, kemarin.
Baca juga : Inter Diunggulkan Juara, Inzaghi Ogah Besar Kepala
Agar cita-cita itu terwujud, Tamliha menilai perlu adanya keteladanan. Menurutnya, para pemimpin di korps loreng harus konsisten dan tegak lurus dengan ucapannya. Jangan juga ikutan cawe-cawe dalam Pemilu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya