Dewan Pers

Dark/Light Mode

KPK Tetapkan Bupati Nonaktif Banjarnegara Tersangka Kasus Pencucian Uang

Selasa, 15 Maret 2022 14:32 WIB
Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang alias TPPU.

"Dengan ditemukannya berbagai alat bukti baru dalam perkara dengan tersangka BS (Budhi Sarwono) dkk, tim penyidik membuka dan memulai penyidikan terkait adanya dugaan TPPU yang dilakukan oleh tersangka BS dkk," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (15/3).

Berita Terkait : KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Suap Hakim Itong

KPK menduga, ada upaya maupun tindakan Budhi untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan yang bersumber dari tindak pidana korupsi di antaranya dengan dibelanjakan dalam bentuk berbagai aset baik bergerak maupun tidak bergerak.

"Proses penyidikan saat ini sedang berjalan dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi untuk menguraikan dugaan tindak pidana dimaksud," imbuh Jubir berlatarbelakang jaksa ini.

Berita Terkait : KPK Limpahkan Surat Dakwaan Orang Kepercayaan Zumi Zola Ke Pengadilan Tipikor Jambi

Sebelumnya, Budhi bersama orang kepercayaannya, Kedy Afandi, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemborongan, pengadaan, dan persewaan di Banjarnegara pada 2017-2018.

Budhi Sarwono diduga menerima uang dari pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara. Total, dia diyakini telah menerima Rp 2,1 miliar yang dari beberapa proyek. Budhi dibantu pihak swasta Kedy Afandi yang sekaligus orang kepercayaannya.
 Selanjutnya