Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Kapolri Terus Turun Gunung
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus turun gunung dua hari berturut-turut untuk mengatasi masalah migor ini. Kemarin, Sigit melakukan sidak ke pabrik dan ke pasar tradisional.
Pabrik yang disidak Sigit adalah PT Mikie Oleo Nabati Industri, di Bekasi, Jawa Barat. Dari hasil sidak ini diketahui, produksi PT Mikie Oleo Nabati meningkat sejak Februari, yakni 200 ribu liter per hari.
Baca juga : Puan: Kelangkaan Migor Cs Harus Selesai Sebelum Ramadhan
Setelah dari PT Mikie Oleo Nabati, Sigit turun ke Pasar Bantar Gebang, Bekasi. Di sana, Sigit menanyai para pedagang mengenai pasokan migor dan harganya. Seorang pedagang menyatakan, pasokan migor datang setiap dua hari sekali. Pedagang yang lain mengatakan, masih terjadi kelangkaan migor curah. Padahal, permintaan migor curah sangat tinggi.
Sigit lalu menerangkan bahwa Pemerintah telah mensubsidi migor curah. Harganya dipatok Rp 14.000 per liter. Sigit berharap, ketentuan ini dapat dilaksanakan.
“Saya imbau kepada seluruh stakeholders terkait, mulai dari perusahaan produsen kemudian perusahaan CPO yang mempersiapkan bahan baku dan juga penjual yang mendistribusikan, baik di pasar modern maupun tradisional, agar barang-barang bisa didistribusikan seperti biasa. Jangan sampai ada kelangkaan. Sehingga stok tetap terjaga,” pesannya.
Baca juga : Demokrat Riau Klaim 8 Figur Sudah Merapat
Dengan adanya kebijakan tersebut, ia berharap, tidak ada lagi fenomena antrean panjang untuk mendapatkan migor di pasaran. Kapolri berpesan kepada seluruh produsen, distributor, dan pedagang di pasar modern maupun tradisional, agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pihak BUMN juga tidak berpangku tangan dengan kondisi ini. Induk Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID Food, menggandeng Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk mendistribusikan migor bersubsidi ke pedagang Pasar Kramat Jati, Jakarta. Sinergi juga dilakukan bersama Pasar Jaya dan Dinas Perdagangan DKI Jakarta.
“Kami coba mendistribusikan kembali minyak goreng curah yang harusnya sudah di harga Rp 14 ribu, tapi karena ini sudah kita rencanakan sebelumnya, maka masih tetap dengan harga sebelumnya. Kepada pedagang Rp 10.500, dan Rp 11.500 diberikan kepada teman-teman atau masyarakat yang membeli. Ini ada di 10 titik di DKI,” terang Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya