Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mama Mega Ternyata Takut Sama Anaknya

Rabu, 30 Maret 2022 06:48 WIB
ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan).
ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan).

 Sebelumnya 
"Dalam sikon pandemi seperti sekarang, dan banyak orang yang terpapar tanpa gejala (OTG), kehati-hatian dan kewaspadaan tingkat tinggi sangat diperlukan. Dalam soal ini, Bu Ketum sangat mendengar arahan dan batasan yang diberikan anak-anaknya, khususnya Mbak Puan. Hal yang sangat wajar dan sudah seharusnya demikian," ucap Hendrawan.

Hendrawan melanjutkan, Puan sangat tahu kesibukan Mega. Makanya, Puan khawatir Mega ikut terpapar Corona. Sebab itu, Puan membatasi kegiatan Mega.

Berita Terkait : Vanessa Khong, Tepis Kecipratan Duit Indra Kenz

Ia pun memastikan, ketakutan Mega kepada Puan hanya sebatas masalah kesehatan. Bukan masalah yang lain. Yang menganggap Mega takut ke Puan dalam segala hal merupakan tafsir politik yang berlebihan. "Over-politizing and politized society (politisasi berlebihan dan masyarakat yang dipolitisasi)," tuturnya.

Lantas, bagaimana analis politik memandang pengakuan Mega ini? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, Mega termasuk politisi yang rutin memberikan kode politik jelang putusan-putusan sulit.

Berita Terkait : Sambut Ramadan, Demokrat DKI Santuni Anak Yatim

Dedi ingat betul, ketika Presiden Jokowi ikut berkontestasi di DKI Jakarta, Mega juga mengeluarkan kode. Artinya, pernyataan Mega takut ke Puan itu tidak hanya sebatas persoalan kesehatan. Bisa saja menandai jika Puan secara terbuka akan diprioritaskan dalam keputusan politik.

"Ini peringatan untuk banyak pihak. Bisa ditujukan terkait protes Puan pada Luhut Pandjaitan yang mewacanakan penundaan Pemilu 2024. PDIP diarahkan Mega untuk satu suara di belakang Puan," ulas Dedi, saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Berita Terkait : Tersangka Tak Dikerangkeng?

Untuk kontestasi 2024, Dedi memandang, Mega juga akan memprioritaskan Puan. "Mega lebih mungkin akan mendahulukan Puan. Sehingga, keputusan-keputusan pelik besar kemungkinan Puan yang punya pengaruh," pungkas Dedi. [MEN]