Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ramadan, Momentum Cegah Diri Dari Tindakan Yang Rusak Harmoni
Kamis, 31 Maret 2022 14:06 WIB
Sebelumnya
Menurutnya, Ramadan harus menjadi momen untuk sama-sama bersuka cita dan berbagi kebahagiaan serta menunjukkan bagaimana agama Islam dapat menjadi penyejuk dan rahmat bagi alam semesta. Sehingga, dalam membangun kerukunan tidak ada istilah menggadaikan aqidah, menggadaikan agama.
“Kita menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan itu mewujudkan hati kita menjadi damai, sejuk, tentram, dan toleran. Itulah yang diharapkan Tuhan. Kita berbagi kebahagiaan di Bulan Ramadan dengan seluruh umat, itu yang dinamakan ibadah,” ujarnya.
Baca juga : Perang Rusia-Ukraina Dongkrak Harga Sembako
Marzuki menambahkan, Ramadan dapat menjadi momen yang tepat, baik bagi Pemerintah maupun para tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk memasifkan pencegahan radikalisme dengan membangun ukhuwah wathaniyah. Misalnya dengan menggelar acara buka puasa bersama mengumpulkan berbagai kalangan.
“Pemerintah bisa melibatkan semua unsur mansyarakat yang berbeda suku, budaya dan agama untuk ikut merayakan dan merasakan suka cita Ramadan, membahagiakan sesama umat manusia meskipun berbeda agama. Ini momentum yang sangat berharga dan massif. Bulan Ramadan sebagai media silaturahim,” katanya.
Baca juga : Harry Kane Belum Tergantikan Di Timnas Inggris
Terakhir, penulis buku ‘Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum’ ini juga mengimbau masyarakat, khususnya dalam menyambut Ramadan, untuk tidak hanya dapat menahan diri menahan lapar dan haus. Namun juga menahan diri dari nafsu untuk menyebarkan fitnah, hoaks, dan hate speech yang hanya akan membawa kepada kemudharatan.
“Bulan Puasa ini harus menjadi pembelajaran. Untuk itu, mulailah kita tidak menjadikan medsos sebagai alat untuk menyebarkan fitnah, berita bohong ataupun hal-hal yang mempengaruhi masyarakat menjadi resah. Itu dosa besar dan puasa baginya menjadi tidak ada artinya,” tandas Marzuki. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya