Dewan Pers

Dark/Light Mode

Airlangga: Selama Ramadan, Pemerintah Tetap Jalankan Strategi Pengendalian Pandemi

Selasa, 5 April 2022 13:19 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki bulan Ramadan 1443 Hijriah, pemerintah memastikan tetap menjalankan strategi pengendalian pandemi Covid-19 untuk menjaga kestabilan situasi dan kondisi di berbagai wilayah Indonesia. Terutama, dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan ibadah di Bulan Suci Ramadan ini.

"Hal ini dilakukan untuk mencegah kenaikan kembali kasus Covid-19 di tengah-tengah tren penurunan kasus yang terus terjadi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Selasa (5/4).

Dia memebeberkan, angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia membaik di semua pulau. Angka Rt Nasional dalam sepekan terakhir tercatat turun menjadi 1,00 dari 1,02 jika dibandingkan dengan sepekan sebelumnya. "Artinya laju penularan Covid-19 terkendali," imbuhnya. 

Untuk wilayah di luar Jawa-Bali, rincian angka Rt dari tertinggi ke terendah adalah Maluku (1,02), Nusa Tenggara (1,01), Papua (1,01), Kalimantan (1,00), Sulawesi (1,00), dan Sumatera (1,00).

Berita Terkait : Selama Ramadan, Berkarya Bagikan Takjil Di Depan Kantor DPP

Per 4 April 2022, kasus baru sebanyak 1.661 kasus, berkurang signifikan sebesar 97,4 persen dari angka tertingginya di 16 Februari 2022 sebanyak 64.718 kasus.

Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 93.462 kasus, turun 84,1 persen dari puncaknya di 24 Februari 2022 sebanyak 586.113 kasus.

Sedangkan, kasus kematian sebanyak 61 kasus, turun 84,8 persen dari puncak kasus kematian di 8 Maret 2022 sebanyak 401 kasus. Hal itu menyebabkan case fatality ratio (CFR) menurun dari 3,27 persen di awal Februari 2022 menjadi 2,58 persen.

Khusus untuk luar Jawa-Bali, kasus konfirmasi harian juga menunjukkan penurunan. Per 4 April 2022, sebanyak 399 kasus atau 24,0 persen dari kasus harian nasional.

Berita Terkait : Kepala BNPT: Ramadan Momentum Pupuk Kecintaan Terhadap Agama Dan Tanah Air

Sementara kasus akttif luar Jawa Bali per 4 April 2022 sebanyak 35.771 kasus atau 38,3 persen dari kasus aktif nasional.

Kasus aktif di beberapa provinsi masih cukup tinggi, namun mengalami tren penurunan kasus. Terdapat dua Provinsi dengan Kasus Aktif tertinggi, tetapi bed occupancy rate alias BOR-nya masih memadai, dan Konversi Tempat Tidur (TT) Covid-19 di RS juga masih rendah.

Kedua Provinsi tersebut yakni Provinsi Papua dengan 12.066 kasus, BOR 9 persen, dan konversi 18 persen, dan Lampung dengan 9.005 kasus, BOR 7 persen, dan konversi 23 persen.

"Sejak penyelenggaraan MotoGP Mandalika, setelah kita lakukan monitoring, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada kenaikan kasus yang signifikan dan tetap berada di Transmisi Komunitas Level 1," tutur Airlangga.

Berita Terkait : Permintaan Meningkat Selama Ramadan Dan Lebaran, KKP Pastikan Stok Ikan Aman

Kasus aktif di Provinsi NTB per 3 April cukup rendah yaitu sebanyak 161 kasus, dengan BOR rendah sebesar 7 persen dan tingkat konversi TT RS sebesar 24 persen.
 Selanjutnya