Dewan Pers

Dark/Light Mode

1 Ramadan 3 April

Kemarin, Presiden Ucapkan Selamat Menunaikan Puasa

Sabtu, 2 April 2022 06:45 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 1 April 2022. (Foto: Setpres).
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 1 April 2022. (Foto: Setpres).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Meski 1 Ramadan baru dimulai besok, Presiden Jokowi sudah menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa sejak kemarin.

Penetapan 1 Ramadan itu diambil dalam Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama, kemarin petang, atau bertepatan dengan 29 Sya’ban 1443 Hijriah. Dalam Sidang Isbat itu, para petugas rukyat di berbagai daerah melaporkan tidak melihat hilal sebagai pertanda sudah masuk bulan baru dalam tahun hijriah.

Dengan hasil ini, maka jumlah bilangan hari Bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. "Ramadan jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022," kata Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, membacakan hasil Sidang Isbat di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin.

Yaqut berharap, seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa semaksimal mungkin. Sebab, sikap ini menjadi simbol dan cerminan umat Islam. "Kebersamaan ini jadi wujud kebersamaan kita semua sebagai anak bangsa menatap masa depan Indonesia jadi lebih baik," lanjutnya.

Berita Terkait : Sambut Ramadan, Eka Hospital Wakafkan Al Quran Ke Pesantren

Hasil Sidang Isbat ini berbeda dengan keputusan Muhammadiyah, yang jauh-jauh hari sudah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriyah jatuh hari ini, Sabtu, 2 April 2022. Terkait perbedaan ini, Yaqut meminta umat Islam bijak menyikapinya. "Perbedaan itu biasa, harus disikapi sebagai rahmat," tambah Ketua Umum GP Ansor ini.

Yaqut mengimbau umat Islam untuk terus menjaga keamanan dan persatuan selama Ramadan. Kata dia, masyarakat Muslim Tanah Air harus menunjukkan sikap moderat dan toleran untuk menjaga keutuhan NKRI.

Seruan yang sama disampaikan Ketua MUI Abdullah Jaidi. Kata dia, perbedaan penetapan 1 Ramadan antara Pemerintah dan Muhammadiyah tidak mengurangi kebersamaan bangsa. “Tak kurangi arti kebersamaan kita. Kita boleh beda, tapi kita harus jaga persatuan dan kesatuan kita. Terutama saat melakukan ibadah mahasuci di Ramadan ini," ujarnya.

Senada dengan Pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga memutuskan 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada esok hari. Hal itu diumumkan langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Dia menerangkan, Lembaga Falaqiyah PBNU telah melakukan pemantauan hilal di 50 lokasi, kemarin. Hasilnya, tak satu pun petugas rukyat berhasil melihat hilal. "Atas dasar tersebut, dengan ini, PBNU mengikrarkan bahwa, awal Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad Wage, tanggal 3 April 2022," tutur dia.

Berita Terkait : Sikap Jokowi Tetap Sama

Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti menyebut, perbedaan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, adalah hal yang biasa dan sudah berulang kali terjadi. Karena itu, masyarakat, khususnya umat Islam, hendaknya menyikapi dengan dewasa, arif, dan bijaksana. Tinggalkan reaksi yang berlebihan.

"Kelompok hisab dan rukyah merujuk pada ayat Al-Qur'an dan Hadits yang sama. Perbedaan terjadi karena perbedaan kriteria antara mereka yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal dengan kelompok imkanur rukyah yang merupakan masalah ijtihad," terang guru besar pendidikan Islam UIN Jakarta ini.

Di sisi lain, kemarin, Presiden Jokowi telah mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Kepala Negara berharap, seluruh masyarakat dijauhkan dari penyakit dan bencana.

"Sebelum saya akhiri, saya ingin mengucapkan Marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadan 1443 Hijriah mohon maaf lahir batin. Semoga kita semua senantiasa dilimpahkan rahmat dari Allah SWT dan dijauhkan dari penyakit dan bencana," ucap Jokowi, di akhir acara penandatanganan MoU dengan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob, di Istana Merdeka, Jakarta, seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Berita Terkait : Jaga Keharmonisan dan Toleransi, Ketum PBNU Minta Generasi Muda Tolak Ajakan Yang Merusak

Meskipun pemerintah dan Muhammadiyah puasanya berbeda, tapi warganet tetap antusias menyambut Ramadan kali ini. "Untuk teman-teman yang akan menjalankan puasa Ramadan pertamanya besok atau lusa, Mimin mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1443 H," tulis @MilanistiOrld.

Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring ikut nge-tweet. “Ramadan Mubarak. Hasil Sidang Isbat Kemenag dengan ormas-ormas Islam, 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad, 3 April 2022. Selamat menunaikan ibadah puasa, kami mohon maaf lahir dan batin,” tulisnya, di akun @tifsembiring.

“Selamat menunaikan ibadah tarawih dan puasa esok hari 2 April, menurut teori hisab. Selamat berpuasa bagi seluruh umat Islam Indonesia yang akan berpuasa pada Minggu 3 April, menurut teori rukyatul hilal. Ramadan karim,” sahut @Ayang_Utriza. [UMM]