Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membongkar praktik kartel minyak goreng menghadapi hambatan. Para produsen komoditas yang kini harganya melambung itu tak memenuhi panggilan pemeriksaan.
Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean menjelaskan penyelidikan kartel sudah dilakukan sejak 30 Maret 2022. Penyelidikan dilakukan selama 30 hari atau sebulan.
Untuk mengejar tenggat itu, KPPU memanggil sejumlah pihak. Pemeriksaan hendak dilakukan secara maraton.
Baca juga : Satgas BLBI Cuekin Protes Sentul City
Namun banyak pihak yang mencuekin panggilan KPPU. Termasuk empat produsen minyak goreng: PT Sinar Alam Permainan (SAP), PT Nubika Jaya (NJ), PT Permata Hijau Sawit (PHS), dan PT Asianagro Agungjaya (AA).
PT SAP yang berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan itu merupakan pengolah Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah. PT NJ terafiliasi dengan perusahaan pengembang properti Permata Hijau Grup.
Sedangkan, PT AA yang berkedudukan di Marunda, Jakarta Utara selama ini dikenal memproduksi minyak goreng dan mentega. Adapun PT PHS merupakan perusahaan pengolah CPO.
Baca juga : Salurkan BLT Minyak Goreng, PT Pos Pakai Cara Efektif Dan Efisien
“Tim Investigasi KPPU akan mengagendakan pemanggilan kembali untuk melihat apakah penundaan kehadiran tersebut wajar atau terdapat indikasi upaya penghambatan proses penyelidikan,” kata Goppera.
Namun ia tak menjelaskan kapan pemanggilan ulang terhadap empat produsen itu. Pengusutan kartel minyak goreng ini berdasarkan surat keputusan Nomor 03-16/DH/KPPU.LID.I/III/2022 tentang Dugaan Pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999 mengenai Produksi dan Pemasaran Minyak Goreng di Indonesia.
KPPU terduga terjadi sejumlah pelanggaran dalam produksi dan pendistribusian minyak goreng. Meliputi penetapan harga hingga penyaluran dalam waktu yang sama.
Baca juga : Puan Apresiasi BLT Minyak Goreng Sebagai Solusi Jangka Pendek
“Serta adanya dugaan kartel pengaturan produksi dan pemasaran minyak goreng dan dugaan pembatasan pasar minyak goreng,” kata Gopprera.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya