Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengusutan Mafia Minyak Goreng

Waduh, KPPU Dicuekin Produsen

Rabu, 13 April 2022 07:30 WIB
Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean. (Foto: Istimewa).
Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membongkar praktik kartel minyak goreng menghadapi hambatan. Para produsen komoditas yang kini harganya melambung itu tak memenuhi panggilan pemeriksaan.

Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean menjelaskan penyelidikan kartel sudah dilakukan sejak 30 Maret 2022. Penyelidikan dilakukan selama 30 hari atau sebulan.

Untuk mengejar tenggat itu, KPPU memanggil sejumlah pihak. Pemeriksaan hendak dilakukan secara maraton.

Berita Terkait : Satgas BLBI Cuekin Protes Sentul City

Namun banyak pihak yang mencuekin panggilan KPPU. Termasuk empat produsen minyak goreng: PT Sinar Alam Permainan (SAP), PT Nubika Jaya (NJ), PT Permata Hijau Sawit (PHS), dan PT Asianagro Agungjaya (AA).

PT SAP yang berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan itu merupakan pengolah Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah. PT NJ terafiliasi dengan perusahaan pengembang properti Permata Hijau Grup.

Sedangkan, PT AA yang berkedudukan di Marunda, Jakarta Utara selama ini dikenal memproduksi minyak goreng dan mentega. Adapun PT PHS merupakan perusahaan pengolah CPO.

Berita Terkait : Salurkan BLT Minyak Goreng, PT Pos Pakai Cara Efektif Dan Efisien

Tim Investigasi KPPU akan mengagendakan pemanggilan kembali untuk melihat apakah penundaan kehadiran tersebut wajar atau terdapat indikasi upaya penghambatan proses penyelidikan,” kata Goppera.

Namun ia tak menjelaskan kapan pemanggilan ulang terhadap empat produsen itu. Pengusutan kartel minyak goreng ini berdasarkan surat keputusan Nomor 03-16/DH/KPPU.LID.I/III/2022 tentang Dugaan Pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1999 mengenai Produksi dan Pemasaran Minyak Goreng di Indonesia.

KPPU terduga terjadi sejumlah pelanggaran dalam produksi dan pendistribusian minyak goreng. Meliputi penetapan harga hingga penyaluran dalam waktu yang sama.

Berita Terkait : Puan Apresiasi BLT Minyak Goreng Sebagai Solusi Jangka Pendek

“Serta adanya dugaan kartel pengaturan produksi dan pemasaran minyak goreng dan dugaan pembatasan pasar minyak goreng,” kata Gopprera.
 Selanjutnya