Dark/Light Mode

Erick Dan DPR Memilih Selamatkan Garuda

Sabtu, 23 April 2022 07:30 WIB
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra menyambut baik dukungan Panitia Kerja Komisi VI DPR RI. Ia menyebut ini jadi bagian penting dalam restrukturisasi. (Foto: Dok Garuda).
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra menyambut baik dukungan Panitia Kerja Komisi VI DPR RI. Ia menyebut ini jadi bagian penting dalam restrukturisasi. (Foto: Dok Garuda).

 Sebelumnya 
Ia pun mengapresiasi Panja yang akhirnya menyetujui penyuntikan PMN senilai Rp 7,5 triliun. Menurut dia, momentum ini akan dimanfaatkan Garuda untuk memperbaiki proses bisnisnya. “Ini akan menjadi ekuilibrium baru, sehingga dana yang diperlukan lebih efisien,” ucap Erick.

Terakhir, mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan ini. “Kami bersyukur dan berterima kasih, dukungan Panja sangat berarti dalam upaya penyelamatan Garuda,” ujarnya.

Baca juga : Breakingnews: Panja DPR Sepakat Selamatkan Garuda

Berbagai rekomendasi Panja, menurut Erick, bisa menjadikan perusahaan yang sehat dan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra juga sangat senang. Dia mengungkapkan, dukungan Panja Komisi VI DPR ini menjadi wujud representasi soliditas ekosistem industri penerbangan.

Baca juga : AHM Ajak Kartini Masa Kini Peduli Keselamatan Berkendara

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kerja keras seluruh anggota Panja Komisi VI DPR dan berkomitmen untuk menjalankan rekomendasi yang telah disampaikan secara konsisten dan berkesinambungan,” kata Irfan, di tempat yang sama.

Ia menjelaskan, dukungan Panja ini menjadi bagian penting dalam restrukturisasi kinerja yang tengah dioptimalkan Garuda.

Baca juga : Milih Penjabat, Bukan Milih Buah

“Kami meyakini, komitmen penuh Panja Komisi VI DPR terhadap penyelamatan Garuda, menjadi outlook positif atas langkah berkesinambungan kami memaksimalkan momentum pemulihan dan transformasi kinerja di masa penuh tantangan ini,” katanya.

Sekedar latar saja, masalah Garuda yang seabrek makin terpukul setelah dihantam pandemi pada 2020. Pada Agustus tahun lalu, pendapatan Garuda menurun drastis, sementara biaya-biaya operasional masih tinggi. Terakhir, Garuda memiliki utang Rp 70 triliun, dan selalu bertambah Rp 1 triliun setiap bulan.  [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.