Dewan Pers

Dark/Light Mode

Para Gubernur Ngumpul Di Bali

Semua Mata Tertuju Ke Anies Dan Ganjar

Rabu, 11 Mei 2022 06:06 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). (Foto: Instagram Anies Baswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). (Foto: Instagram Anies Baswedan)

 Sebelumnya 
Ia juga membantah disebut lirik-lirikan. "Gak lirik-lirikan, tatap-tatapan,"tegasnya.

Namun, bagi publik, khususnya awak media, pertemuan singkat Anies-Ganjar tersebut terbilang istimewa. Itu terlihat dari antusiasme para jurnalis mengejar keduanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih menjurus ke Pilpres. Bukan seputar Rakernas APPSI.

Seperti diketahui, meskipun Anies dan Ganjar belum secara resmi menyatakan maju di Pilpres 2024, sudah banyak relawan yang lahir. Relawan dari kedua tokoh itu, seperti berlomba-lomba mendeklarasikan dukungan kepada masing-masing jagoannya untuk nyapres.

Keduanya juga beberapa kali diketahui  turun ke sejumlah daerah, dan kampus di seluruh Indonesia. 

Berita Terkait : Penumpang Arus Balik Di Pelabuhan Merak Terus Meningkat

Sejauh ini, Anies maupun Ganjar memang kerap muncul di 3 besar elektabilitas tertinggi sejumlah lembaga survei, bersama Prabowo Subianto. Keduanya juga kian bersinar, lantaran tren elektabilitasnya cenderung meningkat. Berbeda dengan Prabowo, meskipun kerap memuncaki banyak survei, elektabilitasnya cenderung stagnan, bahkan anjlok.

Peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai wajar jika semua mata di acara APPSI tertuju ke Anies dan Ganjar. Namun, jika diteropong dalam sudut pandang kans Pilpres 2024, adalah Anies yang paling menjadi bintang di acara tersebut.

Selain faktor sebagai Ketua APPSI, secara politik, Anies lebih luwes dan terbuka. Karena bukan kader partai politik tertentu. Berbeda dengan Ganjar.

"Sementara Ganjar, di internal partainya yang akan diusung kan dari trah Soekarno. Jika itu keputusan partainya, maka tegak lurus, kunci mati itu. Kecuali Ganjar keluar dari PDIP," kata Siti, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka tadi malam.

Berita Terkait : Gobel: Bendungan Bulango Ulu Bakal Perkuat Kedaulatan Dan Ketahanan Pangan

Soal ucapan Ganjar soal tatap-tatapan dengan Anies bukan lirik-lirikan, kata Wiwiek, tidak bisa dimaknai sebagai kode rivalitas. Karena suasana kebatinan kedua Gubernur ini masih lebih kepada dapat atau tidak tiket untuk nyapres. 

“Tidak melirik, tapi menatap saling menjajaki mungkin gak sih kita dicalonkan... He-he-he," canda Wiwiek.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyoroti pernyataan yang sempat dilontarkan Ganjar soal tatap-tatapan. Menurutnya, itu jadi pesan politik bahwa Ganjar siap berkompetisi dengan Anies di Pilpres 2024.

"Ada statemen dari Ganjar, 'kita ini tidak lirik-lirikan, kita ini tatapan'. Apakah itu bisa diartikan ganjar memberikan ruang untuk berkoalisi? Saya melihat malah sebaliknya, kata 'tatapan' ini bahasa simbolik bahwa Ganjar siap berhadap-hadapan dengan Anies," jelasnya.

Berita Terkait : Jalur Selatan, Alternatif Bagi Pemudik Jateng Dan Jatim

Kompetisi semacam ini, menurut Yunarto, wajar dalam negara demokrasi. "Kompetisi yang sehat, antara dua orang yang dianggap memang mewakili kubu yang berbeda, malah menurut saya bagus untuk demokrasi," pungkasnya. [SAR]