Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya mantan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Ahmad Syafii Maarif. Buya Syafii merupakan salah satu putra terbaik bangsa Indonesia.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Tentu kami selaku pimpinan MPR maupun Waketum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan duka yang mendalam. Beliau salah satu tokoh panutan, putra terbaik bangsa. Selamat jalan Buya teladan. Semoga selalu dalam rahmat dan ridha Allah SWT, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Gus Jazil dalam keterangannya, Jumat (27/5).
Menurut Gus Jazil, Buya Syafii merupakan sosok ulama dan negarawan yang berintegritas. Karena itu, berbagai ide dan gagasan semasa hidupnya harus terus dihidupkan dan diperjuangkan bagi kemajuan agama dan negara.
Baca juga : NU Bakal Gelar 2 Kegiatan Berskala Internasional
"Hal yang saya sangat terkesan dari Buya Syafii, ketika saya sowan mendampingi Gus Muhaimin (Ketum DPP PKB), beliau mengatakan Gus Muhaimin is the real politician," tuturnya.
Namun Buya Syafii tetap mengingatkan dan memberikan semangat agar Muhaimin dan kita semua bisa menjadi politisi yang negarawan. Meski menjadi politisi negarawan itu sulit.
"Tapi beliau sudah memberikan contoh bagi kita semua bagaimana menjadi seorang negarawan yang baik," ungkapnya.
Baca juga : Gus Jazil: Hentikan Demo Yang Mengarah Pemakzulan Presiden
Buya Syafii menghembuskan napas terakhirnya dalam usia 86 tahun di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, Jumat (27/5). Atau menjelang ulang tahunnya yang ke-87 31 Mei mendatang.
Kesehatan ulama asal Sumatera Barat itu dilaporkan menurun sejak Maret lalu. Beberapa kali, Buya Syafii menjalani perawatan di rumah sakit karena penyakit jantung. Sempat membaik, Buya Syafii kembali masuk rumah sakit 15 Mei karena sesak napas.
Menurut info Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Budi Setiawan, jenazah pendiri Maarif Institute itu akan disemayamkan di Masjid Gede Yogyakarta, selepas shalat Jumat. Setelahnya, akan dimakamkan di Kulonprogo selepas Ashar.
Baca juga : Starbucks Buka Gerai Pertama di Kediri Dan Madiun
"Jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Husnul Khotimah milik Muhammadiyah, yang berlokasi di Dusun Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo," kata Budi seperti dikutip resmi Muhammadiyah, Jumat (27/5). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya