Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menko Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud Md mengumpulkan Komunitas Sahabat Mahfud di rumah pribadinya di Yogyakarta. Mahfud memastikan pertemuannya itu hanya untuk halal bihalal dan diskusi saja. Tidak ada kaitan dengan copras-capres.
Pertemuan itu dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) Sahabat Mahfud se-Indonesia. Di antaranya Korwil Jawa Timur Firman Syah Ali, Korwil Gorontalo Duke Arie, Korwil Papua Victor Abraham, Korwil Maluku Ali Sirken, Korwil Sumut Sanggam Bakara, Korwil Jawa Barat Iman Nurhaeman, dan lain-lain.
Acara dibuka dengan sambutan Mahfud sebagai Ketua Dewan Pembina Sahabat Mahfud. Disusul doa pembuka yang dipimpin oleh KH Malik Madani. Acara dilanjutkan dengan halal bihalal dan bincang Sahabat Mahfud yang dimoderatori oleh Mabroer Masmuh.
Baca juga : Mahfud MD: Pemerintah Bangun Indonesia Dari Pinggiran
Pada pertemuan itu juga digelar Bincang Sahabat Mahfud yang bertema “Meneguhkan Konsensus Kebangsaan Menyongsong Indonesia Emas 2045.” Zainal Arifin Mochtar, Islah Bahrawi, A Gaffar Karim dan Edy Suandi Hamid tampil sebagai narasumber.
Pada momen itu, Mahfud bercerita, sejak dulu hingga sekarang, jauh sebelum menjadi menteri, dia dan KH Malik Madani suka membangun dan membina masjid. Kenapa? Karena merupakan benteng pertahanan bangsa.
Menurut Mahfud, sebagai bangsa yang berpenduduk mayoritas muslim, masjid menjadi benteng pertahanan bangsa. Kalau tidak bisa dibina dengan baik besar kemungkinan Masjid akan dikuasai kelompok radikal.
Baca juga : Bursa Saham Merah, Rupiah Babak Belur
Kata dia, jika masjid dikuasai kelompok radikal, bangsa kita yang besar ini terancam. “Maka marilah kita peduli masjid, jangan biarkan satu per satu masjid kita jatuh ke tangan kaum radikal," pesan Mahfud.
Mahfud meminta pertemuannya tidak dicurigai. Pasalnya, Sahabat Mahfud sudah berdiri sejak 2013. Tepatnya, ketika ia tak lagi menjabat sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu, rekan-rekanmya mendorong agar ide-ide perjuangan yang dilakukannya tetap dilanjutkan.
Lagipula, kata Mahfud, acara ini rutin digelar di sejumlah tempat. Tidak ada hubungannya dengan Pilpres 2024. "Jadi jangan dikait-kaitkan ini mau pemilu. Nggak ada hubungannya. Karena kadang kala ada pertemuan diberitakan wah itu sudah mau pemilu, bikin acara. Ndak. Ini rutin dan judulnya halal bi halal," tegasnya.
Baca juga : Kasus Penculikan Disertai Pencabulan Anak, Puan Minta Pelaku Dijerat Pakai UU TPKS
Anggapan pertemuan ini masih terkait pilpres 2024 terbilang wajar. Mengingat, pada pilpres 2019, Mahfud hampir ditunjuk menjadi calon wakil presiden Jokowi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya