Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diingatkan Presiden, Covid-19 Masih Ada

Ayo Pakai Masker Lagi

Senin, 11 Juli 2022 06:30 WIB
Presiden Jokowi usai melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kemarin.
Presiden Jokowi usai melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kemarin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat diminta kembali menggunakan masker, baik di dalam dan di luar ruangan. Aturan yang membolehkan warga melepas masker saat berada di luar ruangan tidak berlaku lagi.

Presiden Jokowi mengatakan, memakai masker di dalam dan di luar ruangan masih menjadi keharusan. Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan tetap harus hati-hati harus dan waspada terhadap virus Corona

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua, Covid-19 masih ada. Utamanya varian BA.4 dan BA.5 di semua negara,” tegas Jokowi usai melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kemarin.

Presiden meminta Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya di kota-kota besar dengan mobilitas yang tinggi untuk menggencarkan kembali vaksinasi booster. Supaya, wabah Covid-19 di Indonesia bisa tetap terkendali.

“Saya mengingatkan lagi untuk Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Kabupaten dan Provinsi serta TNI dan Polri untuk terus melakukan vaksinasi booster, karena memang ini diperlukan,” kata Jokowi.

Jokowi bersyukur kondisi kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Dia lantas membandingkan dengan jumlah kasus harian di negara lain yang disebutnya masih tinggi.

Alhamdulillah kita masih berada di angka-angka yang masih terkendali, negara-negara lain ada yang masih 100 ribu kasus hariannya, itu yang harus kita waspadai,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan pelonggaran aturan memakai masker untuk masyarakat di Tanah Air. Menurut Presiden, pelonggaran ini sebagai tindak lanjut atas kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang semakin membaik.

Berita Terkait : Jokowi: Pakai Masker Di Dalam Dan Luar Ruangan, Masih Sebuah Keharusan

“Dengan memperhatikan kondisi saat ini, di mana penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin terkendali, maka perlu saya menyampaikan beberapa hal,” ujar Jokowi dalam keterangan video pada Selasa (17/5/2022) sore.

Pertama, kata Jokowi, Pemerintah memutuskan melonggarkan kebijakan memakai masker. “Jika masyarakat sedang beraktivitas di tempat atau area terbuka yang tidak ada orang, maka diperbolehkan tidak memakai masker,” jelasnya.

Selain itu, Jokowi menekankan, pemakaian masker tetap disarankan kepada masyarakat lanjut usia (lansia), penderita komorbid (penyakit bawaan). Serta kepada mereka yang mengalami gejala batuk dan pilek.

“Demikian juga masyarakat yang mengalami gejala batuk pilek dan lain-lain, tetap gunakan masker saat beraktivitas,” tambah Presiden.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penggunaan masker di dalam maupun di luar ruangan diperlukan untuk memberikan perlindungan maksimal saat kasus aktif meningkat.

“Gunakan masker di dalam dan luar ruangan, terutama pada saat ada kerumunan,” kata Wiku.

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, imbauan untuk kembali memakai masker sudah benar. Kata dia, tidak ada kata terlambat untuk situasi sekarang ini.

 

“Ini keputusan yang sangat tepat,” ujarnya.

Berita Terkait : Borneo Bantai PSS Sleman, Milo Ingatkan Masih Ada 90 Menit Lagi

Dicky menjelaskan, saat ini ancaman bukan hanya datang dari subvarian BA.4 dan BA.5, tetapi juga varian BA.2.75. Subvarian tersebut bisa mengkhawatirkan kesehatan global.

“Data awal di India menunjukkan bahwa BA.2.75 punya kecepatan sebaran yang luar biasa, 9 kali lipat dari BA.5,” paparnya.

Merujuk pada data tersebut, Dicky berharap Pemerintah segera melakukan respons. Bukan hanya mengandalkan vaksin booster, tapi penggunaan masker harus diketatkan lagi di semua level masyarakat.

“Ingat, vaksin tidak menjamin orang tidak terinfeksi atau tertular virus, tapi masker cukup ampuh menghalau paparan. Jadi, vaksin saja tidak cukup,” tambah Dicky.

Selain itu, juga harus dikombinasikan bersama testing yang harus dimasifkan kembali, khususnya jika ada kegiatan di masyarakat. “Testing adalah upaya skrining yang cukup efektif memastikan kegiatan masyarakat itu aman atau tidak,” tutup Dicky.

Untuk diketahui, per Sabtu (9/7) pukul 12.00 WIB, kasus Covid-19 tercatat ada 2.705 kasus positif dalam 24 jam terakhir. Sementara jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis pertama yaitu sebanyak 201.731.197 orang atau 96,86 persen dari total target sasaran vaksinasi.

Jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua sebanyak 169.330.480 orang atau 81,31 persen. Kemudian, masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis ketiga atau penguat yaitu 51.784.125 orang atau 24,86 persen.

Netizen mendukung Jokowi kembali mewajibkan pemakaian masker di luar ruangan. Hal ini diperlukan agar kasus Covid-19 tidak kembali naik.

Berita Terkait : Lupakan Piala Presiden, Persib Fokus Hadapi Liga 1

Akun @drpriono1 menyambut gembira imbauan Jokowi agar masyarakat kembali memakai masker saat berada di dalam dan di luar ruangan.

“Hore Pak @jokowi ingatkan agar kita tetap pakai masker di mana pun, juga perlu segera melengkapi vaksinasi booster. Keren,” ujarnya.

“Akhirnya, terima kasih, Pak @jokowi,” kata @PoppyLeon.

Akun @ariomalv berharap imbauan Jokowi diikuti masyarakat dan khususnya pejabat. Kata dia, ada pemimpin daerah yang nonton bola tanpa masker, tidak memberi contoh yang bagus di saat kasus Covid-19 sedang naik lagi.

“Ayolah kita pakai masker lagi, nggak repot kok,” ujar @Dedi77309445. “Saya masih pakai masker ke mana-mana,” timpal @ uchi_leoni. “Masih tim pakai masker sekeluarga hingga saat ini,” sambung @jequelinmanopo.

Akun @Cak_Hariy menilai tidak ada yang salah jika sekarang Jokowi mengingatkan kembali masyarakat agar menggunakan masker di luar dan dalam ruangan. Kata dia, semua itu untuk mencegah segala potensi penularan Covid-19, agar Indonesia benar-benar zero Covid-19. [ASI]