Dewan Pers

Dark/Light Mode

Woi...Trotoar Untuk Pejalan Kaki, Bukan Buat Motor

Selasa, 26 Juli 2022 08:05 WIB
Ilustrasi. Pemotor yang menerobos trotoar. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. Pemotor yang menerobos trotoar. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meresahkan. Pemotor banyak yang menerobos trotoar di Jakarta saat jalanan macet. Padahal, ada ancaman bagi para pemotor yang nekat melewati area khusus pejalan kaki.

Akun @info_jakartatimur mengung­gah video pendek di Instagram yang me­nampilkan puluhan pemotor menerobos trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Dia meminta masyarakat tidak me­niru kelakuan tidak terpuji tersebut.

“Udah pada tahu kan trotoar. Itu untuk pejalan kaki, bukan untuk kendaraan,” kata dia.

Dia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), trotoar meru­pakan salah satu hak pejalan kaki. Bagi pengendara yang melanggar akan dike­nakan sanksi.

Berita Terkait : Ganja Untuk Kesehatan Masih Diharamkan Ya..!

“Bakal terjerat hukuman pidana atau denda Rp 500 ribu,” ujar @info_jakar­tatimur dalam caption-nya.

Akun @davidhamonganhutapea ber­harap kepolisian melihat postingan @info_jakartatimur ini. Dia berharap, ada pengawasan dan tindakan di tempat kejadian perkara. “Pejalan kaki sudah di­langgar hak berjalan kakinya,” kata dia.

Akun @biruputrimalu mengeluhkan trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki malah suka diembat sama pengguna motor. “Kan t*l*l, trotoar untuk pejalan kaki, bukan untuk pengendara motor,” kata @StopPlandemit .

Akun @ninong74 menegaskan, di mana-mana trotoar diperuntukkan untuk penjalan kaki. Kata dia, hanya orang bodoh yang menggunakan trotoar untuk pengendara motor.

Berita Terkait : Andika Terima Bintang Penghargaan dari Sultan Brunei

“Budaya mengendarai motor ke trotoar karena mau nembus kemacetan mulai sering kelihatan di area Jakarta,” ujar @euniceapril.

 

“Sudah budaya kayaknya kalau macet naik ke trotoar toh di sini,” timpal @Agusisha.

Sebetulnya, @Arunnikaa suka sekali jalan kaki di trotoar. Sayangnya, saat ini banyak gangguan mulai dari pedagang kaki lima hingga pemotor bila jalanan macet. “Latar belakang mereka sih berpendidikan, tapi nggak tahu fungsi asli trotoar itu apa,” keluh @syah_ridwan06.

Akun @Uranometrian mengatakan, jalan kaki is fun sampai pengendara motor naik ke trotoar. Dan mereka jadi lebih galak daripada pejalan kaki yang punya hak atas trotoar. “Trotoar di Indonesia bukan buat pejalan kaki, tapi buat parkir, jualan dan buat jalan pintas motor untuk menghindari macet,” sindir @tubbirfess.

Berita Terkait : Panasonic Gobel Donasi Produk Elektronik Untuk Masyarakat Labuan Bajo

“Trotoar yang bagus itu emang diper­untukkan buat pengendara motor. Kalau trotoar yang ancur baru buat pejalan kaki,” tambah @Ekaanshory.

Akun @Samyang mengaku senang karena trotoar di Ibu Kota diperlebar agar pejalan kaki merasa aman. Tapi saat kemacetan datang, banyak motor naik trotoar. “Udah salah, pakai klakson lagi. Waras aja dah,” keluhnya.

Akun @Joe_Ardi604 masa bodo den­gan bunyi klakson motor di belakang. Dia menegaskan, trotoar hak pejalan kaki. Terkadang pemotornya galak-galak. “Tapi cuek aja,” imbuhnya.

Namun, @gandjar_bondan mengung­kapkan, selama ini banyak yang menge­luhkan pesepatu roda di jalan raya. Tapi, tidak terdengar keluhannya ketika motor mengokupasi trotoar yang menjadi hak pejalan kaki. [TIF]