Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Fikrul Hanif Sufyan
Kisah Di Balik Di-Digoel-kannya Mochtar Lutfi
Senin, 1 Agustus 2022 10:30 WIB
Sebelumnya
Didigoelkan: Meneriakkan PERMI dan Republik Indonesia
Berbekal pengalaman selama di Mesir dan pengaruh Ikhwanul Muslimin, sekembalinya ke tanah air pada Mei 1931 Mochtar bergabung di Persatoean Muslimin Indonesia (PERMI).
Baca juga : Catat! Ini 4 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Pj Gubernur
Mochtar diamanahi jabatan Komisaris Pendidikan dan Penasihat Urusan Agama di PERMI. Tidak hanya itu, Mochtar diberi keleluasaan mengambil tindakan politik di tiap-tiap pertemuan PERMI dan masyarakat luas.
Di bawah trio PERMI, Mochtar Lutfi, Iljas Jacob, dan Djalaloeddin Thaib, PERMI segera meroket, sebagaimana halnya Sarekat Rakyat di masa Haji Datuk Batuah. Dalam waktu dua tahun setelah kelahirannya PERMI berkembang menjadi salah satu partai berpengaruh di Sumatra Barat, dan menyebar ke daerah-daerah lain seperti Tapanuli, Sumatra Timur, Aceh, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.
Baca juga : Perhatikan 8 Hal Ini, Supaya Arus Balik Dari Sumatera Ke Jabodetabek Lancar
Pada Desember 1932, Permi sudah memiliki 7.700 anggota, 4.700 pria dan 3.000 wanita. Kegiatannya berkisar dari pendidikan, kepanduan, penerbitan surat kabar, dan pamflet, serta mengadakan rapat-rapat umum.
Gerakan yang dibangun Mochtar, Iljas Jacob dan Djalaloedin Thaib, pada dasarnya merupakan pelemahan sistematis terhadap otoritas negara. Dalam perspektif Kolonial, segala tindakan tokoh-tokoh PERMI berujung pada ujaran kebencian terhadap pemerintah Hindia Belanda.
Baca juga : Bupati Nonaktif Langkat Tiba Di Markas KPK, Bakal Diperiksa Soal Kerangkeng Manusia
Puncak aktivitas Mochtar adalah pada pertemuan konferensi ke-2 PERMI yang diadakan pada 15 Juli 1932. Dalam pertemuan terbuka itu, Mochtar berapi-api berorasi, bahwa dalam rapat darurat yang diadakan pada 15 Desember 1932, dengan anggota dewan lainnya, untuk segera memerdekakan Indonesia. Mochtar menegaskan, tindakan politik mereka ditujukan untuk kepentingan negara dan rakyat, serta diri mereka sendiri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya